SuaraBanyuurip.com – Edi Supraeko
Bojonegoro – Tim KKN-T Kelompok 8 Universitas Bojonegoro (Unigoro) melaukan pemetaan daerah wilayah banjir di Desa Kalisari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kalisari merupakan salah satu desa di Bojonegoro yang menjadi langganan banjir Sungai Bengawan Solo.
Acara diawali dengan survei tim Tangguh Bencana Desa Kalisari. Survei untuk menentukan daerah mana saja yang berpotensi terkena banjir, mulai dari daerah muka air tinggi hingga ke muka air dangkal.
Anggota Tagana Desa Kalisari, Hepi mengatakan, ada tiga dusun di Desa Kalisari yang masing-masing memiliki daya tampung banjir yang berbeda. Dari Dusun Mojo Pencol merupakan area persawahan dengan kedalaman mencapai 1,5 meter.
“Dusun ini sangat berdampak pada area persawahan dan sekolah saat banjir,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Hepi, Dusun Sekalang dan Mojongudi memiliki ketinggian air mencapai kedalaman 1 meter. Di dua Dusun ini banyak terdampak pada area persawahan.
“Informasi yang ada dipeta menunjukkan bahwa pemukiman di sana semuanya aman. Yang paling terdampak hanya area persawahan dan sebagian area persimpangan jalan,” ujarnya.
Anggota KKN-T Kelompok 8 Unigoro, Edi Sutrisno Putra menyampaikan, kesuksesan pemetaan wilayah banjir berbasis SIG ini diharapkan semua masyarakat dan pendatang baru Desa Kalisari dapat mengetahui area-area rawan banjir.
“Dengan begitu dapat meminimalisir dampak banjir,” tambahnya.
Di akhir kegiatan dilakukan pemasangan plat peta daerah potensi banjir di pertigaan Balai Desa Kalisari.(edi)





