Putra Bojonegoro Raih Nilai Tertinggi Lulusan S2 Korea Selatan

Slamet Supriyadi, asal Desa Bubulan, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, lulusan tertinggi S2 di Yeungnam University Korea Selatan.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Putra daerah asli Bojonegoro, Jawa Timur, kembali mengharumkan kampung halaman. Slamet Supriyadi, dikabarkan berhasil meraih lulusan dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tertinggi di Fakultas Park Chung Hee School of Policy and Saemaul (PSPS) dan IPK tertinggi di jurusan Forest and Environmental Policy, untuk jenjang S2 di S2 Yeungnam University Korea Selatan.

Slamet, demikian ia karib disapa, lahir dan besar di desa yang terletak di tepian hutan. Latar belakang pria dari pasangan Sugeng dan Sukimah inipun bukan dari keluarga pejabat ataupun orang kaya. Kedua orang tuanya hanyalah petani biasa dengan kemampuan ekonomi sederhana. Kendati, sejak kecil Slamet sudah menunjukkan prestasi dan minat belajar yang begitu tinggi.

Menurut Sukimah, ibu yang telah mengandung dan melahirkan dia, kecerdasan Slamet sudah terlihat sejak di bangku Sekolah Dasar (SD). Dia sering menjadi juara kelas. Prestasi itu terjaga ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Begitupun ketika Slamet melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Bojonegoro. Bapak 3 anak ini kembali menjadi juara kelas kala itu.

Baca Juga :   Konsumsi Jargas Stagnan, PGN Belum Ada Rencana Tambah Pelanggan

“Dulu setamat dari SMA, sebenarnya dia diterima di kedokteran. Tapi karena biaya, akhirnya tidak jadi kuliah kedokteran,” tutur Sukimah.

Meski begitu, ungkap Slamet secara terpisah, dia mengaku berhasil menuntaskan pendidikan dan meraih gelar Sarjana (S1). Ini diraihnya dari Universitas Surabaya (Unesa) jurusan pendidikan matematika. Setelah itu ia sempat menjadi seorang jurnalis di Koran Bhirawa. Lalu, ia mencoba keberuntungan untuk mendaftar menjadi seorang PNS di SMK Kehutanan Majalengka, Jawa Barat, dan diterima menjadi guru.

Slamet Supriyadi (dua dari kiri belakang) foto bersama perwakilan Student Council di Korea Selatan.

Walaupun telah menjadi seorang abdi negara. semangat dia untuk mencari ilmu masih tetap membara. Hal ini membuatnya mencoba ikut seleksi beasiswa untuk kuliah di Korea Selatan. Tak disangka niatnya untuk menuntut ilmu di Negeri Gingseng itu terkabul. Hingga akhirnya dia diterima menjadi mahasiswa S2 Yeungnam University sejak awal 2022 lalu.

“Intinya bahagia dan bersyukur memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke luar negeri. Menambah kepercayaan diri karena jika kita mau berusaha, secara kognitif dan akademik kita tidak kalah dengan mahasiswa internasional dari negara lain. Bahkan untuk beberapa hal, mahasiswa asal Indonesia lebih unggul,” ujar Slamet saat dikonfirmasi via Whatsapp, Senin (28/08/2023).

Baca Juga :   Peringati Hari Santri, MI Manba'ul Futuch Gelar Jalan Sehat

Sederet prestasi gemilang berhasil ditorehkan oleh pria berdomisili di timur sendang, Desa Bubulan, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro ini. Antara lain peraih nilai sempurna (A+) seluruh mata kuliah lingkungan hidup dan kehutanan dengan IPK 4,5. Selain itu ia juga meraih nilai sempurna (100) program bahasa Korea level basic di kelas Bahasa Yeungnam University 2022. Dia juga mengaku mempunyai inovasi yang diadopsi oleh NH Bank.

“Inovasi saya namanya ‘Plastik Biodegradable’ dari kulit singkong dengan teknologi nano. Inovasi ini diadopsi oleh NH Bank sebagai Program Official Development Assistance (ODA) di Asia Tenggara,” pungkasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *