SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Bojonegoro mengadakan Rapat Kerja (Raker) tahun akademik 2025/2026 selama dua hari, sejak Minggu hingga Senin, 17 – 18 Agustus 2025.
Raker dipusatkan di Jolotundo Glamping & Edipark, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini mengusung tema “Dari Visi Menjadi Aksi: Menuju Transformasi Universitas”.
Hadir dalam raker, jajaran pimpinan, dosen, dan staf dari seluruh unit kerja STIKes Muhammadiyah Bojonegoro. Selain itu juga dihadiri Badan Pembina Harian (BPH), terdiri Ketua, Heli Suharjono, S.E., M.M., Sekretaris, Drs. Sholikin Jamik, S.H., M.H., dan Bendahara, Imam Waluyo, S.Pd., M.Pd.I.
Ketua STIKes Muhammadiyah, Dr. H. Ns. Sudalhar, M.Kep., menekankan pentingnya sinergi antar unit kerja untuk mewujudkan visi jangka panjang lembaga. Transformasi institusi dia katakan bukan hanya soal perubahan nama atau status, tetapi juga meliputi peningkatan mutu akademik, tata kelola, dan budaya kerja.
“Raker ini menjadi pijakan untuk menggerakkan seluruh potensi menuju universitas yang unggul dan berdaya saing,” kata Sudalhar kepada Suarabanyuurip.com melalui surat elektronik, Senin (18/8/2025).
Selama dua hari ini, peserta rapat kerja terlibat dalam berbagai sesi strategis, termasuk semua pejabat struktural memaparkan program kerja selama satu tahun ke depan, diskusi roadmap transformasi menuju universitas, serta koordinasi dan tata kelola awal.
Dengan semangat dari visi menjadi aksi, lanjut Sudalhar, STIKes Muhammadiyah optimis dapat melangkah mantap dalam proses transformasi menuju universitas yang berkualitas, berdaya saing, dan berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Raker ini juga membahas program “Mencari Pejuang Menjadi Pahlawan” sebagai ajang kompetisi meningkatkan mutu kinerja karyawan. Kompetisi untuk para karyawan tersebut berpijak pada indikator: Loyalitas, Integritas, Kreativitas, Kualitas dan Sustainabilitas.
“Karyawan yang memenangkan kompetisi akan dinobatkan sebagai pahlawan pada tiap tanggal 10 November setiap tahun dan akan mendapatkan reward umroh,” beber Sudalhar.
“Pemilihan Jolotundo sebagai lokasi kegiatan juga dimaksudkan untuk memberikan suasana reflektif dan inspiratif, di mana peserta bisa sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan semangat pembaruan di tengah tantangan dunia pendidikan tinggi yang dinamis,” sambung Sekretaris BPH STIKes Muhammadiyah, Drs. Sholikin Jamik.
Rapat kerja diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antar unit sebagai bentuk kesungguhan seluruh sivitas akademika dalam mengimplementasikan hasil raker secara konkret.(fin)





