Bursa Karbon Indonesia: Kontribusi Nyata Indonesia Hadapi Krisis Iklim

Bursa Karbon Indonesia.
Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi saat meluncurkan Bursa Karbon Indonesia pada Selasa (2/09) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.(dok.BPMI)

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – Bursa Karbon Indonesia resmi diluncurkan. Bursa karbon ini merupakan komitmen Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim.

“Bursa karbon ini pertama di Indonesia. Ini adalah kontribusi nyata Indonesia untuk berjuang bersama dunia melawan krisis iklim, melawan krisis perubahan iklim, di mana hasil dari perdagangan ini akan diinvestasikan kembali pada upaya menjaga lingkungan khususnya melalui pengurangan emisi karbon,” kata Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi saat meluncurkan Bursa Karbon Indonesia di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dalam menjalankan nature based solution. Indonesia menjadi satu-satunya negara yang sekitar 60% pemenuhan pengurangan emisi karbonnya berasal dari sektor alam.

“Jika dikalkulasi, potensi bursa karbon kita bisa mencapai potensinya Rp3 ribu triliun bahkan bisa lebih, sebuah angka yang sangat besar,” ungkapnya.

Mantan Walikota Solo itu juga menyebut bahwa potensi tersebut akan menjadi sebuah kesempatan ekonomi baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan yang sejalan dengan arah dunia yang sedang menuju kepada ekonomi hijau. Apalagi, saat ini ancaman perubahan iklim sangat nyata sehingga dibutuhkan langkah-langkah konkret untuk mengatasinya.

Baca Juga :   Pesan Jokowi ke Pertamina : Jangan Sampai Produksi Blok Rokan Turun

“Bursa karbon yang kita luncurkan hari ini bisa menjadi sebuah langkah konkret, bisa menjadi sebuah langkah besar untuk Indonesia mencapai target NDC (Nationally Determined Contribution),” sambung Jokowi.

Mantan Gubernur DKI itu minta jajaran terkait untuk melakukan sejumlah langkah konkret lainnya. Di antaranya menjadikan standar karbon internasional sebagai rujukan dan memanfaatkan teknologi untuk transaksi sehingga efektif dan efisien.

“Saya sangat optimistis, Indonesia bisa menjadi poros karbon dunia asalkan langkah-langkah konkret tersebut digarap secara konsisten dan bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan, baik oleh pemerintah, oleh swasta, masyarakat, dan bersama-sama dengan stakeholder lainnya,” ucap Jokowi dalam pernyataan resminya.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *