TK Kemala Bhayangkari 66 Bojonegoro Terima Program Renovasi

MAKIN SEMANGAT : Para murid dan guru TK Kemala Bhayangkari 66 Padangan antusias memanfaatkan bantuan sarana prasarana pendidikan dari EMCL.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Kemala Bhayangkari 66, di Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapatkan renovasi infrastuktur Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dari operator lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan tahun 2023.

Sehingga makin membuat bersemangat bagi guru dan muridnya dalam berkegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Bojonegoro ini.

Program yang dilaksanakan oleh Alas Institute sebagai mitra lembaga EMCL ini dimulai pada Juli sampai Oktober 2023. Meliputi pembangunan pagar, gapura, halaman, tandon dan saluran air, bantuan kelengkapan sarana prasarana pendidikan, serta kegiatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi guru TK.

Adapun hasil renovasi telah diserahterimakan dalam kegiatan yang dipusatkan di gedung TK di Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan, Jumat (20/10/2023) kemarin.

Hasil renovasi infrastruktur TK Kemala Bhayangkari 66 Padangan, Bojonegoro.

Hadir dalam acara, Kapolres Bojonegoro AKBP Rogib Triyanto, Community Relation Spv EMCL Feni K Indiharti, Kepala TK Kemala Bhayangkari 66 Padangan Rizky Manggayu, Kepala Desa Banjarejo Masrum, dan para wali murid setempat.

Baca Juga :   Perajut Bojonegoro dan Tuban Ekspor Ribuan Panel Tas ke Amerika Serikat

Kepala TK Kemala Bhayangkari 66 Padangan, Rizky Manggayu mengaku, sangat bahagia atas hasil pembangunan yang telah selesai dilaksanakan. Sebab program yang telah diterima itu dirasa angat bermanfaat.

“Dan membuat kami semakin bersemangat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/10/2023).

Salah satu perwakilan wali murid, Ida Nur Cahyani mengungkapkan, bahwa anaknya merasa sangat senang dengan adanya sarana prasarana yang semakin lengkap. Pihaknya selaku orang tua juga merasa terbantu karena dengan adanya bantuan tersebut mendapatkan kemudahan antar jemput anak.

“Karena sekarang TK memiliki halaman yang sangat luas dan aman dari arus lalu lintas jalan raya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro, AKBP Rogib Triyanto mengucapkan terima kasih kepada EMCL atas program yang diberikan kepada TK Kemala Bhayangkari. Dengan adanya fasilitas dan sarana prasarana yang memadai, harapannya dapat bermanfaat terhadap dunia pendidikan anak khususnya di wilayah Kecamatan Padangan.

“Saya imbau hasil pembangunan dan sarana prasarana yang diserahterimakan agar dirawat sebaik-baiknya oleh pihak Yayasan dan Pengelola TK Kemala Bhayangkari 66 Padangan sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa terima kasih,” tuturnya.

Baca Juga :   Peringati HSN, Unugiri Gelar Olimpiade Kreativitas

Community Relation Spv EMCL, Feni K Indiharti menjelaskan, program itu merupakan salah satu bentuk komitmen EMCL untuk berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Bojonegoro.

Feni juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik antara pimpinan Yayasan Kemala Bhayangkari, EMCL, lembaga mitra dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, sehingga dapat terselenggara peresmian dan serah terima sebagai puncak dari rangkaian program.

Selain itu, Feni menyampaikan pula apresiasi dan terima kasih atas dukungan Polres Bojonegoro selama ini terhadap pengamanan objek vital sehingga operasi perusahaan dalam produksi minyak Banyu Urip berjalan dengan aman dan lancar.

“Kami berharap ditingkatkan kolaborasi yang baik dengan multi stakeholder,” ucapnya.

Kegiatan serah terima dari EMCL kepada Yayasan Kemala Bhayangkari Bojonegoro dilaksanakan secara simbolis dikemas dalam tasyakuran dirangkai peresmian hasil pembangunan infrastruktur TK kemala Bhayangkari 66 padangan, dan penanaman pohon.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Baguslah kalau berupa bantuan.
    Takutnya,nanti seperti SMPN,SMA/SMKN.
    Tiap murit dikenakan uang gedung,belum lagi iuran bulanan untuk SMK /bulan 150.000.
    Tapi gak dikasih kuitansi ataupun bukti pembayaran.
    Mungkin mereka takut kalau diviralkan.