SuaraBanyuurip.com – Pembinaan olahraga usia dini di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, semakin bergairah. Salah satunya melalui Liga Voli U-15. Kompetisi bergengsi ini diproyeksikan menjadi kawah candradimuka pencetak bakat atlet muda berbakat Bojonegoro.
Seri pertama kompetisi Liga Voli U-15 di GOR Gayam, Kecamatan Gayam, sukses menyedot perhatian publik, Minggu (19/7/2026). Ajang ini menjadi ruang unjuk bakat paling dinantikan bagi para pevoli remaja di wilayah barat Bojonegoro. Masyarakat juga bisa memantau hasil pertandingan secara langsung melalui kanal ligabojonegoro.id.
Voliga U-15 merupakan pilar krusial dari Program Pengembangan Olahraga Pelajar di Kabupaten Bojonegoro 2026. Program berkelanjutan ini diinisiasi oleh operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), bersama SKK Migas, dengan menggandeng Ademos sebagai mitra pelaksana.
Perwakilan EMCL, Ali Mahmud, menjelaskan bergulirnya kembali liga ini merupakan investasi jangka panjang untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal lewat jalur prestasi olahraga.
“Melalui Voliga U-15, kami ingin anak-anak tidak hanya mengasah kemampuan teknis dan fisik di lapangan. Lebih dari itu, kompetisi ini dibentuk untuk memupuk karakter, disiplin, dan kerja sama tim sejak dini,” ujar Ali di sela-sela pertandingan.
Ketua Ademos, Zaenal Arif, menekankan kunci dari lahirnya atlet profesional di tingkat nasional adalah kepastian adanya kompetisi yang rutin dan berjenjang. Tanpa liga yang kompetitif, bakat-bakat alami di pelosok desa akan redup sebelum berkembang.
“Voliga U-15 disusun bukan sekadar sebagai ajang kejuaraan tahunan, melainkan ruang pembinaan mental dan fisik yang sistematis. Kami optimistis dari sini akan lahir atlet yang kelak mengharumkan nama Bojonegoro,” kata Zaenal.
Dampak kompetisi ini langsung dirasakan oleh klub-klub lokal. Pelatih Gayam VC, Agus, mengungkapkan kehadiran liga resmi seperti ini memecah kebuntuan minimnya jam terbang yang selama ini menjadi musuh utama atlet daerah.
“Adanya Voliga U-15 sangat membantu kami dalam mengevaluasi hasil latihan anak-anak. Atmosfer pertandingan ketat dengan fasilitas lapangan yang representatif seperti inilah yang dibutuhkan untuk membentuk mental bertanding pemain muda,” tutur Agus.
Kegembiraan serupa terpancar dari salah satu pemain putri yang berlaga, Sheina Sifaullinnas Azkadina Prasetyo. Bagi Sheina, atmosfer liga ini memberinya suntikan motivasi baru untuk mengejar mimpi menjadi atlet profesional.
“Saya dan teman-teman bangga bisa ikut kompetisi ini. Bisa bertanding dengan fasilitas yang baik dan disaksikan banyak penonton membuat kami makin semangat berlatih,” ungkap Sheina penuh semangat.
Pada seri pembuka, atmosfer persaingan langsung berjalan sengit. Sebanyak delapan pertandingan dipentaskan untuk memperebutkan poin perdana guna mengamankan posisi di klasemen sementara, baik di sektor putra maupun putri.
Di sektor putri, laga mempertemukan Gayam VC melawan Avolta, diikuti duel BINVOLK kontra Ngasem. Sementara di sektor putra, tensi tinggi juga tersaji lewat persaingan ketat antara Gayam VC, Avolta, BINVOLK, dan Ngasem yang saling berhadapan untuk mengamankan posisi puncak.
Menariknya, gairah mencetak bakat baru di Bojonegoro tidak hanya berhenti di lapangan voli. Program Pengembangan Olahraga Pelajar 2026 ini juga merangkul dua cabang olahraga populer lainnya secara komprehensif, yakni sepak bola dan bulu tangkis.
Untuk cabang sepak bola, pembinaan dilakukan terstruktur lewat turnamen Fesboro U-10, Bojonegoro Premier League (BPL) U-12, dan BPL U-17. Sedangkan untuk cabang bulu tangkis, kompetisi diwadahi melalui ajang bertajuk Liga Bintang (Bina Bulu Tangkis) 2026.
Secara keseluruhan, rangkaian kompetisi multi-cabang ini melibatkan partisipasi aktif dari ratusan atlet muda yang bernaung di bawah puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) serta Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) di penjuru Bojonegoro. Lewat konsistensi liga terpadu ini, Bojonegoro sedang bersiap memanen generasi emas, atlet berprestasi di masa depan.(red)





