SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Peningkatan ekskalasi politik menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024 makin terasa hingga ke daerah. Tak terkecuali di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Para relawan pemenangan Gibran Rakabuming Raka menggelar tasyakuran dan deklarasi, Selasa (24/10/2023) malam.
Hadir dalam perhelatan, Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bojonegoro, Priyo Martono, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI Bojonegoro, Ridwan Habibi, Ketua Relawan Gibran Kita Bojonegoro, Ponco Cahyo Adi, serta seratusan relawan, kader, dan simpatisan PSI.
Pembina PSI, Priyo Martono atau biasa disapa Kang Priyo menyampaikan pesan tentang cara berpolitik yang santai dan santun. Itu dilakukan saat merespon dinamika politik yang berkembang.
“Kalaupun ada hujatan, cacian, makian dan sebagainya, hadapi dengan santun,” kata pendiri Kampung Tumo.
Sementara Ketua Relawan Gibran Kita Bojonegoro, Ponco Cahyo Adi menjelaskan, bahwa ada dua hal yang menjadi fokus kegiatannya. Yakni tasyakuran atas adanya deklarasi Capres-Cawapres Prabowo Gibran.
Kemudian, dilanjutkan dengan deklarasi untuk memperlihatkan bahwa relawan Gibran ada di Bojonegoro. Para relawan itu berasal sebetulnya dari perkumpulan anak-anak muda, tetapi lama kelamaan semakin membesar hingga tersebar seluruhnya ke 28 kecamatan se Bojonegoro.
“Tujuan kami agar bisa mengawal suara (untuk) Pak Prabowo dan Mas Gibran dalam pemilihan presiden (pilpres) di 2024,” ujar Ponco, sapaan akrabnya dalam wawancara cegat kepada SuaraBanyuurip.com.
Mengenai target perolehan suara, Ponco mengaku, akan memaksimalkan hal tersebut dengan berkoordinasi pula koalisi Prabowo.

Melalui ‘Gibran Kita’ di Bojonegoro, pemuda yang berdomisili di Dusun Nglingi, Desa Bareng, Kecamatan Ngasem ini berharap pula dapat menyuarakan aspirasi para pemuda yang dinilai selama ini tidak terdengar.
“Misalnya nanti melalui kader PSI yang naik menjadi anggota DPRD atau juga kami arahkan sumber daya ini melalui Gibran Kita,” tandasnya.
Saat disinggung alasan memilih mendukung Gibran, pemuda 30 tahun itu menilai sosok Gibran adalah representasi dari Joko Widodo. Dia mengibaratkan buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya.
“Kami sendiri kagum dengan Pak Jokowi, istilahnya boleh dibilang semacam Jokowiisme, dan tokoh terdekat dengan beliau adalah Mas Gibran,” ungkap Ponco.(fin)





