SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Keluhan atas sewa Stadion Letjen H. Soedirman di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dirasa sangat mahal dan berat oleh Panitia Pelaksana (Panpel) Persibo mendapat tanggapan cepat dari wakil rakyat setempat.
Sekretaris Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Supriyanto mengaku, telah mendengar aspirasi dari pihak manajemen Persibo yang berharap dicarikan solusi ihwal tarif sewa stadion.
“Kami terima masukan dari teman teman Persibo,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (23/12/2023).
Sebagai tindak lanjut, Politikus Partai Golkar ini bakal segera memfasilitasi pihak Manajemen Persibo untuk diundang dan rapat bersama dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro.
“Karena ini bagus menurut saya, tidak hanya soal PAD (Pendapatan Asli Daerah) tapi ada peningkatan pertumbuhan ekonomi,” ujar pria yang akrab disapa Mas Pri.
“Sebab Komisi C memiliki fungsi salah satunya membidangi kepemudaan dan olahraga, tentu saja teman teman Komisi C sangat care (peduli) dengan olah raga di Bojonegoro, termasuk kepada Persibo yang menjadi kebanggaan warga,” lanjutnya.
Sebagai bukti kepedulian, disebutkan bahwa ketika dalam rapat pembahasan anggaran pihaknya telah menaikkan anggaran hibah untuk KONI secara signifikan, yaitu naik empat kali lipat dari rencana awal yang hanya sebesar Rp4,7 miliar ditambah menjadi Rp10 miliar untuk tahun 2024.
“Meskipun Persibo secara regulasi tidak bisa di danai dari APBD kita akan berusaha membantu mencarikan solusi,” tegas Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro ini.
Diwartakan sebelumnya, Panpel Persibo, Lasmiran membeberkan bahwa dalam penyelenggaraan pertandingan pihaknya membayar sewa stadion sebesar Rp180 juta untuk pertandingan penyisihan Group N atau membayar Rp30 juta per pertandingan dikalikan 6 kali pertandingan perhari.
“Termasuk membayar untuk pertandingan uji coba dan latihan lebih dari Rp15 juta serta ditambah pajak tiket sebesar Rp28,6 juta,” beber Ambon, sapaan akrab Lasmiran.
Namun begitu, menurutnya untuk sekelas Liga 3 yang kompetisinya masih amatir, biaya sewa Stadion Letjen H. Soedirman (SLS) ini dirasakan sangat mahal dan berat. Bagi Ambon, boleh dikatakan sewa stadion SLS untuk tim Liga 3, termasuk termahal yang ada di wilayah NKRI. Bahkan lebih mahal dari sewa stadion beberapa klub profesional Liga 1 dan Liga 2 Indonesia.
Dia berharap Pemkab dan DPRD Bojonegoro memiliki solusi tentang tarif sewa stadion. Sebab hal ini dinilai penting bagi Persibo yang sedang berjuang untuk naik kasta dan selalu ingin menjadi tuan rumah, agar para pendukungnya tidak jauh-jauh dalam menonton.
“Tidak menutup kemungkinan, jika tidak ada solusi dari Pemerintah dan DPRD Bojonegoro, Panpel akan mempertimbangkan mencari alternatif stadion lainnya di luar Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.
Ambon juga mengaku, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua Panpel Persela Lamongan yang menggunakan Stadion Bumi Wali Tuban. Biaya sewa stadion itu diketahui hanya Rp10 juta saat melawan Persipa Pati. Padahal perhelatan yang digelar itu merupakan pertandingan Liga 2 yang sudah profesional.(fin)





