3 Orang Tenggelam di Waduk Pacal, 1 Orang Ditemukan Meninggal

LAKA AIR : Warga masyarakat dan tim SAR gabungan Kabupaten Bojonegoro sedang melakukan pencarian korban tenggelam di Waduk Pacal.

SuaraBanyuup.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Dua hari berturut-turut musibah orang tenggelam terjadi di Kabupaten Bojonegoro. Di mana pada Sabtu (20/01) kemarin telah terjadi dua pelajar SMP tenggelam di Sungai Kerjo turut Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru, dan kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kini laka air tersebut kembali terjadi di Waduk Pacal turut Dusun Maor, Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (21/01/2024) sekitar pukul 10.15 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Ardhian Orianto mengatakan, bahwa kejadian tersebut terjadi saat empat orang berangkat memancing menggunakan perahu di Waduk Pacal, dalam perjalanan perahu tidak kuat sehingga tenggelam. Satu orang selamat dan tiga orang tenggelam.

“Satu korban atas nama Mohammad Arif Efendi (13) warga RT. 04, RW. 01, Desa Clebung, Kecamatan Bubulan sudah diketemukan sekitar pukul 11.30 Wib dalam keadaan meninggal dunia, dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Sedangkan dua survivor masih dalam pencarian,” kata Ardhian kepada SuaraBanyuurip.com.

Baca Juga :   Janji Kembangkan Batik Gedog di Kancah Nasional
LAKA AIR : Tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian korban tenggelam di Waduk Pacal turut Dusun Maor, Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Dijelaskan, bahwa dua korban yang masih dalam pencarian yaitu, Alexandrian Debby Akbar Maulana (16) warga Desa Clebung, RT. 04, RW. 01, Kecamatan Bubulan, dan Ahmad Septian Arya Kusuma (16) warga Desa Clebung, RT. 04, RW. 01, Kecamatan Bubulan.

Sedangkan unsur yang terlibat dalam pencarian, BPBD Bojonegoro, TNI, POLRI, Damkarmat Pos Temayang, Puskesmas Bubulan, Perangkat Desa, warga masyarakat, dan terkait lainnya. Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di tepian sungai ataupun waduk.

“Untuk kendala terkait akses jalan menuju lokasi yang merupakan jalan hutan dan kesusahan sinyal selular. Semoga korban segera ditemukan,” imbuhnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *