Bojonegoro Otomotif Rendesvouz Berjalan Sukses, Mas Teguh: Hidup Seperti Motor Harus Terus Bergerak

Mas Teguh.
Caleg DPR RI PDI Perjuangan Teguh Haryono atau Mas Teguh orasi kebangsaan saat menghadiri acara Bojonegoro Otomotif Rendesvouz.

SuaraBanyuurip.com – Bojonegoro Otomotif Rendesvouz ajang berkumpulnya para pecinta otomotif khususnya vespa berjalan sukses. Ratusan bikers turut serta meramaikan perhelatan ini yang digelar Sabtu (27/1/2024) malam, di Baresta Kafe Jalan Monginsidi 144 Desa Bangilan, Kecamatan Kapas.

Bojonegoro Otomotif Rendesvouz tidak hanya ajang kumpul- kumpul, namun juga ada pesan semangat kebersamaan, kebangsaan dan kebudayaan.

“Saya sebagai Ketua KSB berharap agar kegiatan Bojonegoro Otomotif Rendesvouz (BOR) ini bisa mempersatukan komunitas motor, dan tentu Bojonegoro lebih terkenal di daerah lain,” ujar Pandu Saibu, Ketua Komunitas Sekuter Bojonegoro (KSB).

Bojonegoro Otomotif Rendesvouz ini mengambil tema Kebangsaan dan Kebudayaan. Kegiatan ini untuk membangun gerakkan kebangsaan dan nasionalisme melalui anak anak motor. Para motoris harus juga menggaungkan rasa nasionalisme dengan caranya.

Dalam orasi Kebangsaan dan Kebudayaan, Caleg DPR RI PDI Perjuangan, Teguh Haryono atau akrab disapa Mas Teguh menyampaikan pentingnya menjalin kebersamaan antar pecinta otomotif.

“Persatuan itu menjadi kunci bagi kejayaan bangsa ini, dan pertahanan terbaik bangsa adalah kebudayaan,” ujar pria asli Bojonegoro kelahiran Desa Nglumber, Kecamatan Kepoh Baru ini.

Baca Juga :   Perjalanan Spiritual Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro ke Makam Leluhur di Peringatan HJB ke 348

“Saya rasa kreatifitas di anak-anak motor ini menjadi kunci juga bagi kita untuk maju ke depan, tepuk tangan untuk para motoris, kita harus bangga pada Bojonegoro dan Indonesia,” tambah Mas Teguh yang saat ini menjadi Staf Ahli Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Kementerian Pertahanan.

Kegiatan Bojonegoro Otomotif Rendesvouz ini juga di hibur dengan musik Reggae dan kesenian Sandur. Perpaduan kegiatan anak motor dengan kesenian tradisional ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah. Harapannya kegiatan ini bisa merajut memperkuat rasa nasionalisme dan mencintai budaya dan kesenian sendiri.

“Seperti motor, hidup harus terus bergerak. Bergerak membangun Indonesia dari Bojonegoro bersama-sama,” tegas Mas Teguh.(adv/red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *