PGN Bojonegoro Gelar Sharing Session Penanganan Gangguan di SMKN 1 Tuban

Area Head PGN Bojonegoro, Mochamad Arif dan Kepala Sekolah SMKN 1 Tuban berfoto bersama disela-sela kegiatan sharing session.
FOTO BERSAMA : Area Head PGN Bojonegoro, Mochamad Arif dan Kepala Sekolah SMKN 1 Tuban berfoto bersama disela-sela kegiatan sharing session.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Tuban — PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk Area Bojonegoro menggelar sharing session di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tuban di Jalan Mastrip No. 02 Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (27/02/2024).

Materi yang dibagikan dalam kegiatan yang diikuti ratusan siswa jurusan Teknik Pengolahan Minyak, Gas, dan Petrokimia (TPMGP) ini perihal seluk beluk PGN secara industri sampai seputar cara penanganan berbagai gangguan dalam jaringan distribusi gas bumi.

Hadir dalam agenda, Area Head PGN Bojonegoro Mochamad Arif bersama jajaran, Kepala Sekolah SMKN 1 Tuban, Sucipto, Wakil Kepala Sekolah beserta para tenaga pendidik, dan lebih dari 200 siswa jurusan migas (sebutan lain jurusan (TPMGP).

Dodo Saputra (kanan) dan Abdul Majid berbagai pengetahuan dan pengalamannya selama magang di PGN Bojonegoro.

Kepala Sekolah SMKN 1 Tuban, Sucipto dalam sambutannya menekankan, pentingnya menjaga kedisiplinan dan akhlak sebagai seorang siswa. Sebab ilmu teknik dapat dipelajari selama tiga tahun, tetapi soft skill berupa budi pekerti tidak bisa selesai dalam tiga tahun, apalagi tanpa kedisplinan.

“Terlebih berhubungan dengan dunia industri yang datang sebagai tamu, pertama yang harus kalian tunjukkan ya soft skill tadi,” tutur Sucipto kepada para peserta didik.

Berkaitan kehadiran PGN Area Bojonegoro, Sucipto mengakui, bahwa tidak ada sekolah yang bisa sendiri terlepas dari perusahaan. Karena para siswa setelah kelulusan mengarah pada tiga hal. Yaitu bekerja, melanjutkan, dan berwirausaha.

Baca Juga :   PGN Kombinasikan Strategi Integrasi dan Agregasi Optimalisasi Pemanfaatan Gas Bumi Domestik

Ketika bekerja menjadi salah satu pilihan yang mana kebanyakan melamar ke perusahaan, harapannya perusahaan yang dituju oleh para anak didik memiliki kualifikasi yang sesuai dengan bidang mereka. Sehingga dalam tiga tahun betul-betul harus dipersiapkan.

“Maka salah satu caranya kami mengundang perusahaan untuk menjadi guru tamu, PGN salah satunya sebagai perusahaan besar, dan ini tentu kehormatan bagi kami, agar anak-anak kami berkesempatan untuk tahu tentang industri, ini luar biasa,” ujarnya.

Dodo dan Majid, siswa SMKN 1 Tuban cekatan menunjukkan kemampuannya menangani kebocoran pipa polyethylene jaringan PGN.

Sementara Area Head PGN Bojonegoro, Mochamad Arif, mengucapkan terima kasih atas undangan SMKN 1 Tuban dalam kegiatan. Pria asli Surabaya ini mengkisahkan benang sejarah antara beberapa siswa SMKN 1 Tuban yang magang di PGN baik di angkatan 2023 maupun 2024.

“Alhamdulillah sangat membantu kegiatan operasional dan administrasi kami di PGN,” beber Arif, sapaan akrabnya.

Kalender sharing session atau berbagai ilmu dan pengalaman ini selain diisi oleh manajemen PGN Area Bojonegoro juga diadakan pemaparan oleh para murid SMK 1 Tuban yang melaksanakan pendidikan magang.

Kelima murid itu yakni dua siswa terdiri Dodo Saputra dan Abdul Majid Al Faiz, lalu tiga siswi yaitu Ayu Shelo Mita, Dona Selfiana, dan Tesa Ayu Mareta. Mereka membagikan segala hal yang mereka dapat kepada sesama siswa dan siswi peserta acara.

Baca Juga :   Penjual Soto Ayam dan Wingko Lamongan Makin Cuan Pakai Gas Bumi

“Banyak yang kami dapat dari PGN, mulai dari tahu kegiatan operasional, manajerial dan kepemimpinan, dan banyak ilmu lainnya sampai pada cara berkomunikasi, tingkah laku, dan kepribadian,” terang Dodo Saputra, salah satu siswa magang.

Dodo dan kawan-kawannya memperlihatkan pula kecakapan yang diperoleh selama magang, dalam sesi ini tentang penanganan kebocoran. Dengan cekatan mereka menunjukkan tahapan mengatasi kebocoran pipa, baik pipa Polyethylene (PE) 180, PE 63, maupun PE 20.

Dijelaskan, bahwa penangangan kebocoran pipa diawali dengan squish (menjepit) pipa dari simber aliran gas, jika gas sudah tidak mengalir dilanjutkan dengan pemotongan PE yang bocor, lalu dibersihkan sampai steril menggunakan alkohol.

“Jika sudah steril baru dipasangkan dengan kopler dan dipanaskan dengan electric fushion, jika selesai dicek lagi dengan bubble test, kalau tidak ada gelembung berarti sudah tidak ada yang bocor,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar