Jejaring PMII Antar Ning Lia Sebagai Senator

Jejaring PMII berikut alumninya ternyata turut mengantarkan Dr Lia Istifhama termasuk empat besar kandidat Senator dari Jatim dalam Pemilu 2024. Tampak Ning Lia, sapaan akrabnya, dengan Ketua IKA PMII Tuban, Jawa Timur, Khoirul Huda. (SuaraBanyuurip.com/ist)

SuaraBanyuurip.com – Paijan Sukmadikrana

Tuban – Jaringan organisasi sepertinya menjadi faktor kemenangan tersendiri dalam perhelatan politik Pemilu. Terbukti melalui jejaring Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII), Dr Lia Istifhama, meraih angka signifikan dalam perebutan kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam Pemilu 2024.

Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yang akrab disapa Ning Lia, meraih 82.854 suara. Ia terpilih sebagai empat besar kandidat Senator dari Jatim bersama La Nyala Mataliti, Kondang Kusumaning Ayu, dan Agus Rahardjo.

Angka yang diraih Ning Lia tersebut, menurut Ketua IKA PMII Kabupaten Tuban, Khoirul Huda, paling banyak didapat dari wilayah Tuban. Keponakan Gubernur Jatim (2019-2024) Khofifah Indar Parawansa itu, dikawal serius oleh para alumni dari organ ekstra kampus berbasis Nahdliyin tersebut.

“Ning Lia merupakan salah satu kader NU, alumni PMII yang kami rekomendasikan untuk dipilih oleh kader muda NU dan alumni PMII, terutama yang kemarin memiliki hak pilih di Tuban,” sebut Khoirul Huda dalam rilis dari IKA PMII Tuban yang diterima SuaraBanyuurip.com, Senin (4/03/2024).

Baca Juga :   Bupati Anna : BUMD Bojonegoro Harus Profesional

Organisasi yang dipimpinnya juga merekomendasikan nama Ahmad Nawardi, dan Doddy Dwi Nugroho, namun perolehan suara mereka belum sesuai harapan. Saat ini sudah sangat terang bahwa nama Ning Lia masuk dalam empat besar calon senator dari Jatim.

Sesuai evaluasi IKA PMII dari Bumi Ranggalawe, naiknya Ning Lia bukan kejutan karena namanya memang diprediksi lolos. Pada beberapa survey yang beredar sebelum coblosan, ia masuk urutan kedua.

“Soal populer, pasti, karena Ning Lia memang aktivis, dan nyata turun lapangan menggaet simpati masyarakat,” ungkap jurnalis yang tinggal di Tuban tersebut.

Ia katakan, sekarang kita berada pada era digitalisasi. Era kompetisi yang serba sat set wat wet. Jadi kader muda PMII harus cepat, lincah, dan tanggap mengambil peluang.

“Harapan saya, Ning Lia kelak jika di Senayan, memberikan contoh nyata bahwa kiprahnya sangat membanggakan. Ini akan menjadi stimulus bagi adik-adik PMII agar semangat membangun kiprah di tengah masyarakat,” kata aktivis NU di Tuban itu.

Ning Lia adalah putri mantan Komandan Banser Jatim KH Masykur Hasyim. Akademisi cantik tersebut selama ini dikenal seringkali melontarkan kalimat yang menunjukkan pesan positif.

Baca Juga :   Kementan Gandeng Produsen Pakan Ternak Serap Jagung Blora

Dalam pertemuan dengan awak media, Ning Lia menyatakan, dari Pemilu 2024 ini semoga kita bisa mengambil sisi hikmah dan edukasi. Suara yang kita percayakan, tidak bisa ditarik lagi hanya karena kecewa atau hal lain. Pemilu hanya sekali, jadi semoga siapapun yang terpilih di parlemen ataupun senayan, Insya Allah orang-orang yang berintegritas sehingga mampu memenuhi harapan masyarakat untuk bangsa ini.

Bagi Ning Lia, amanah itu berat, jabatan politik bukan sebuah prestise, melainkan sebuah posisi yang disebabkan adanya kepercayaan masyarakat, maka itulah perjuangan sesungguhnya. Berbuat kebaikan kadangkala lebih sulit ketimbang berbuat kecurangan, namun wajib kita jaga kebaikan demi bangsa ini. (pay)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *