SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Guna menggapai tujuan organisasi yakni mendidik manusia agar berbudi luhur tahu benar dan salah, sebanyak 400 siswa tingkat sabuk putih kecil Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kedungadem, Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun menerima wejangan kerohanian dari para sesepuh.
Wejangan yang diterima oleh para siswa pelestari pencak silat tersebut merupakan salah satu agenda dalam latihan bersama di Pusat Latihan atau Padepokan PSHT Ranting Kedungadem turut Jalan Raya Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (26/04/2024) malam hingga Sabtu (27/04/2024) dini hari.
Hadir dalam latihan bersama tersebut Ketua Ranting PSHT Ranting Kedungadem beserta segenap pengurus, Pamter Ranting PSHT Kedungadem, pelatih dan Pengurus PSHT Cabang Bojonegoro Pusat Madiun.
Latihan bersama merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan di PSHT Ranting Kedungadem Cabang Bojonegoro diprioritaskan untuk siswa bersabuk putih. Sejumlah agenda ditetapkan dalam acara ini.

Ketua PSHT Ranting Kedungadem, Yaiman mengatakan, para siswa sabuk putih wajib melewati beberapa tahapan, termasuk salah satunya berupa latihan bersama sebelum nantinya disahkan menjadi warga PSHT.
“Ini juga bertujuan sebagai sarana penyamaan gerakan dan semua materi PSHT agar tidak terjadi ketidaksamaan gerakan maupun materi antar sub rayon dan rayon se Ranting Kedungadem,” katanya kepada Suarabanyuurip.com.
Dalam rangkaian, pihaknya ketiban mengisi materi kerohanian atau biasa disebut ke-Setia Hati-an yang disingkat keSHan. Di mana materi diberikan kepada siswa putih tentang ilmu Setia Hati tingkat dasar.
Diantaranya, para siswa diajarkan tidak hanya berbudi pekerti yang baik kepada sesama manusia, namun berbudi pekerti luhur atau berbuat kebaikan berderajat tinggi.
Hal-hal yang ditekankan dalam penyampaian kali ini adalah bagaimana cara bertoleransi, menghormati adanya perbedaan antara satu dengan yang lainnya, menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat, serta sopan santun dalam tingkah laku maupun perkataan.
“Kami di SH Terate ini dididik agar bisa menjadi manusia yang berbudi luhur, tahu benar dan salah,” ujar Yaiman.
Sementara itu, Ketua Pamter PSHT Ranting Kedungadem, Joni Mulyo Wibowo menyatakan, bahwa untuk tahun 2024 ini jumlah calon warga PSHT Ranting Kedungadem Cabang Bojonegoro yang akan disahkan pada bulan suro tahun ini kurang lebih sebanyak 400 calon warga.
“Dengan nantinya disahkan para calon warga tersebut maka jumlah anggota PSHT Ranting Kedungadem akan semakin bertambah banyak,” ungkap pemimpin satuan pengamanan internal SH Terate ini.
Menurut pria yang juga perangkat desa itu, tercatat sudah lebih dari 20.000 warga PSHT di Kedungadem. Harapannya dengan jumlah anggota yang makin banyak, menjadikan semakin dewasa dalam berpikir dan bertindak serta dapat menjadi insan-insan yang bermanfaat bagi masyarakat bukan malah menciptakan insan-insan yang arogan dan membuat resah masyarakat.
“Semoga dulur-dulur PSHT khususnya Ranting Kedungadem dapat menjadi teladan baik, dan menghadirkan ketentraman di masyarakat serta senantiasa menjaga kondusifitas di lingkungan masing-masing sesuai ajaran PSHT,” ucapnya.(fin)





