SuaraBanyuurip.com – Paijan Sukmadikrama
Tuban – Kementrian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada petani Kabupaten Tuban Jawa Timur. Bantuan tersebut diserahkan jajaran Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP2P) setempat di Pendapa Kridho Manunggal Tuban, Jumat (31/05/2024.
Bantuan dari Menteri Pertanian yang didistribusikan melalui Pemkab Tuban tersebut, diantaranya, traktor roda 4 sebanyak 40 unit, 15 unit traktor roda 2, pompa air 85 unit dengan rincian ukuran 3 dim 61 unit, ukuran 4 dim 18 unit dan ukuran 6 dim 6 unit. Selain itu, juga mendapat tambahan pompa air ukuran 3 dim alokasi untuk Brigade TNI di Kodim 0811/Tuban sebanyak 90 unit.
Penyaluran bantuan tersebut terbagi dalam 4 tahap. Tahap pertama, pada 30 April 2024 di Markas Kodim 0811/Tuban sebanyak 27 unit pompa air, dan tahap kedua dan ketiga pada 14 Mei dan 27 Mei di tempat sama masing-masing sebanyak 36 dan 90 unit pompa air. Tahap keempat, pada 31 Mei 2024 di Pendapa Kridho Manunggal sebanyak 40 unit traktor, dan 15 unit pompa air ukuran 4 dim.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Tuban, Eko Julianto, menyatakan, Kementerian Pertanian RI memberikan sejumlah alsintan kepada Pemkab Tuban untuk selanjutnya disalurkan kepada petani.
“Adapun target dari Kementan untuk penambahan luas tambah tanam padi di Kabupaten Tuban mencapai 3.800 hektar,” jelas Eko Julianto dalam rilis dari Media Center Pemkab Tuban yang diterima SuaraBanyuurip.com, hari Jumat petang.
Bekas Camat Semanding itu menambahkan, pendistribusian, penggunaan, dan pelaporan pencapaian target bantuan Alsintan dilaksanakan bersama antara penyuluh DKP2P, dan TNI yang ditujukan kepada Kementan RI dan Mabes TNI.
Pada bagian lain Eko Julianto mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data luas panen padi nasional mengalami penurunan sebesar 0,24 hektar atau 2,29 persen dari yang semula 10,45 juta hektar tahun 2022, menjadi 10,21 juta hektar di tahun 2023. Perubahan itu diikuti dengan penurunan produksi padi nasional sebesar 0,77 juta ton atau 1,40 persen. Pada tahun 2022 produksi gabah kering sawah (GKG) sebanyak 54,75 juta ton, menjadi 53,98 juta ton di tahun 2023.
Ia akui penurunan tersebut juga terjadi pada sektor pertanian padi di wilayah kerjanya. Produksi padi di Bumi Ranggalawe mengalami penurunan sebesar 20.745 ton atau 3,14 persen, dari 661.292 ton GKG pada tahun 2022 menjadi 640.547 ton di tahun 2023.
“Penyebabnya adalah fenomena el nino yang mengakibatkan waktu tanam padi mengalami keterlambatan,” jelas mantan Kepala Dinas Sosial Tuban itu.
Fenomenal alam yang berdampak pada produksi pangan tersebut, menyebabkan pemerintah pusat mengambil kebijakan untuk mengoptimalkan kembali luas tanam padi melalui upaya khusus. Diantaranya melalui percepatan, dan peningkatan tanam padi. Langkah tersebut diambil sebagai upaya menuju swasembada pangan nasional.
Seiring dengan kebijakan tersebut, Pemkab Tuban berupaya melakukan optimalisasi lahan tadah hujan, dan menaikkan Indeks Pertanaman (IP) 1 menjadi IP 2, bahkan IP 3. Artinya, lahan yang semula hanya bisa tanam sekali dalam setahun, akan diupayakan dapat ditanami 2-3 kali.
Secara teknis untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan pemanfaatan air permukaan. Seperti air sungai, embung, dan sumber mata air lainnya. Termasuk pula diberikan bantuan Alsintan berupa pompa air, dan traktor untuk mempercepat dan menambah luas tanam padi di lahan yang biasanya hanya sekali tanam. (pay)