Pertamina Hulu Energi Beberkan Capaian Kegiatan Hulu Migas Sepanjang 2023

Corporate Secretary PHE, Arya Dwi Paramita.
Corporate Secretary PHE, Arya Dwi Paramita.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) membeberkan capaian kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas) sepanjang tahun 2023. Hal tersebut disampaikan Corporate Secretary PHE, Arya Dwi Paramita kepada ratusan jurnalis dalam kegiatan media gathering yang dihelat di Bandung, Jawa Barat.

Perusahaan subholding upstream PT Pertamina (persero) berhasil mencatatkan produksi minyak sebesar 566 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2.766 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) sehingga produksi migas sebesar 1.044 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).

“Angka capaian ini juga mencatatkan peningkatan produksi gas sebesar 5,40 persen dibanding tahun 2022,” kata Arya Dwi Paramita dikutip Suarabanyuurip.com, Jumat (07/06/2024).

Seluruh pencapaian tersebut didukung dari seluruh entitas afiliasi PHE yaitu regional Sumatera, regional Jawa, regional Kalimantan, regional Indonesia Timur, regional Internasional, Elnusa, Badak LNG, dan Pertamina Drilling Service Indonesia.

PHE juga mencatatkan kinerja penyelesaian pengeboran 20 sumur eksplorasi, 799 sumur pengembangan, 837 workover dan 32.624 well services. Selain itu, PHE juga mencatatkan survei Seismik 3D sepanjang 1.512 km2.

Baca Juga :   Alami Dehidrasi, Sa'roni Dijemput Tim Rescue BPBD

Di bidang Environment, Social, Governance (ESG), PHE sukses mendapatkan rating sebesar 22.5 per April 2024 atau medium risk setelah melalui proses assesment dari Lembaga rating internasional, Sustainalytics.

“PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG dan telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) sebagai member sejak Juni 2022,” ujar pria ramah ini.

Pada tahun 2023, PHE juga mengimplementasikan teknologi CCUS di lapangan Pertamina EP Sukowati Field, Bojonegoro, Jawa Timur yang ditandai dengan peresmian injeksi perdana CO2 ke lapangan Sukowati dengan menggunakan metode Huff & Puff.

PHE berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya, sebagai bagian penerapan aspek ESG. Mendukung aspek Governance, PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandard ISO 37001:2016.

“PHE terus mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellent di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang Environmental Friendly, Socially Responsible dan Good Governance,” tutup Arya.(fin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *