SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Blora — Jajaran manajemen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Rig PDSI#40.3/DS1500-E bersama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Cepu.
Kunjungan bersama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) itu menyasar wilayah kerja PT Pertamina EP Zona 11 Regional 4, Sumur Eksplorasi DRJ-001, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Safari Ramadan 1447 H yang bertujuan memperkuat komunikasi antara manajemen dan pekerja lapangan, sekaligus memastikan operasional pengeboran berjalan aman, selamat, dan sesuai standar keselamatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama (Dirut) PHE Subholding Upstream Awang Lazuardi, Direktur Eksplorasi Muharam Jaya, Direktur Operation Pertamina Drilling Aziz Muslim, VP Eksplorasi Regional 4 Dedi Yusmen, General Manager Zona 11 Zulfikar Akbar, VP Operation Pertamina Drilling Komedi serta Project Manager RO III Pertamina Drilling Lutfy Faluthi Firdaus.
Dirut PHE, Awang Lazuardi menegaskan, bahwa kegiatan Safari Ramadan dan MWT merupakan bentuk kepedulian manajemen terhadap para frontliner yang bekerja di lapangan. Hal itu dikatakan adalah wujud kehadiran manajemen untuk memastikan seluruh pekerja menjalankan operasional dengan mengutamakan keselamatan.
”Selain itu juga memastikan seluruh pekerja tetap fokus walaupun dalam keadaan berpuasa dan menjelang Hari Raya,” kata Awang dalam keterangan resmi diterima Suarabanyuurip.com, Kamis (19/3/2026).
Ia juga mengapresiasi kinerja tim rig yang telah menjaga operasional tetap aman dan selamat. Menurutnya, penerapan budaya keselamatan harus terus diperkuat, salah satunya melalui implementasi prinsip ONE SIKA secara konsisten.
“Tidak ada pekerjaan yang begitu penting hingga harus mengorbankan aspek HSSE. Prinsip No Permit, No Work harus benar-benar dijalankan,” tegasnya.
Awang menambahkan, pelaksanaan Pre Job Safety Meeting (PJSM) tidak hanya membahas tahapan pekerjaan, tetapi juga harus mengidentifikasi potensi bahaya serta langkah mitigasinya. Selain itu, setiap pekerjaan wajib diawali dengan pembahasan permit meeting sebagai bagian dari pengendalian risiko.
Sementara itu, Direktur Operation Pertamina Drilling, Aziz Muslim turut memberikan apresiasi kepada tim Rig PDSI#40.3 atas pencapaian kerja yang aman dan selamat. Pesan singkat yang disampaikan kepada para frontliner diantaranya agar sebelum memulai aktivitas selalu diawali dengan berdoa memohon keselamatan, bimbingan serta diniatkan sebagai ibadah.
Aziz juga menekankan agar budaya safety dalam lingkungan pekerjaan dapat tumbuh harus dimulai dari perilaku-perilaku simpel dan sederhana dalam aktivitas sehari-hari seperti kewajiban untuk hadir dalam setiap tailgate meeting, dan berani melakukan Stop Work Authority (SWA) jika menjumpai kondisi yang tidak aman.
Ia mengingatkan agar pekerja mengimplementasikan PJSM yang lebih berkualitas dengan komunikasi dua arah untuk membahas prosedure kerja yang lebih detail, serta memitigasi resiko, pengecekan langsung peralatan yang akan digunakan dan diskusi interaktif untuk memastikan semua personil paham pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Harapannya dengan praktek praktek seperti disebutkan, dapat menumbuhkan budaya safety sehingga program atau kampanye keselamatan tidak hanya sebatas program/poster/banner namun benar benar dapat diimplementasikan.
”Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja migas, sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pekerja bahwa aspek HSSE merupakan prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional,” tandas Aziz Muslim.(fin)
Direksi PHE Tinjau Rig PDSI#40.3 di Blok Cepu





