Poros Baru di Pilkada Bojonegoro, Mungkinkah ?

Bupati independen.
Foto Ilustrasi : Kursi Bupati.(ist)

Oleh : d suko nugroho

DPP PKB telah mengeluarkan surat rekomendasi Pilkada 2024. Salah satu rekomendasi diberikan kepada Anna Mu’awanah sebagai calon bupati Bojonegoro. Dalam rekomendasinya, Anna diberikan kebebasan menentukan calon wakil bupati (Cawabup).

Kebebasan yang diberikan kepada Anna untuk menentukan bacawabup bukan tanpa alasan. PKB adalah pemenang pemilu 2024 di Bojonegoro. Partai berlambang bola dunia dikeliling sembilan bintang ini memperoleh suara terbanyak dengan 13 kursi di DPRD Bojonegoro.

Artinya, Anna bisa mencalonkan sebagai Cabup Bojonegoro, tanpa berkoalisi dengan partai politik (Parpol) lain. Sebab, syarat calon dari parpol minimal harus memiliki 20 persen kursi di DPRD atau 10 kursi dari jumlah total 50 kursi DPRD Bojonegoro.

Perolehan 13 kursi DPRD Bojonegoro ini menjadikan Anna Mu’awanah menjadi satu-satunya bacabup yang paling siap bertarung di kontestasi Pilkada di kabupaten penghasil migas dibanding bacabup lainnya. Ibarat akan melakukan perjalanan, Anna sudah memiliki kendaran yang siap mengantarkannya sampai tujuan. Anna juga memiliki financial kuat sebagai bekal. Tercatat, jumlah kekayaannya – saat menjabat Bupati Bojonegoro – yang dilaporkan di LHKPN (laporan harta kekeyaan penyelenggara negara) KPK tahun 2022 sebesar Rp 87 miliar. Jumlah ini menempatkannya menjadi bupati terkaya di Jawa Timur saat itu. Anna juga memiliki modal sosial yang kuat karena merupakan calon petahana.

Sebagai bacabup Bojonegoro yang diusung parpol peraih kursi DPRD terbanyak, seharusnya banyak parpol yang melakukan pendekatan ke Anna agar bisa dipinang menjadi bacawabup. Namun, parpol-parpol sepertinya ogah menyodorkan kader terbaiknya untuk berpasangan dengan Anna.

Anna justru memilih melamar ke sejumlah parpol yang membuka pendaftaran bacabup dan bacawabup. Diantaranya Partai Demokrat dan PAN. Anna berharap bisa mendapat surat rekomendasi dari parpol tersebut. Namun sampai hari ini kedua parpol belum memutuskan menjatuhkan rekomendasi kepada siapa.

Cawabup memiliki peran penting dalam memenangkan kontestasi Pilkada. Untuk menentukan bacawabup atau cawabup harus melalui perhitungan matang dan kajian mendalam. Tujuannya untuk mengetahui popularitas, elektabilitas hingga kekuatan financialnya.

Jika melihat perolehan kursi DPRD Bojonegoro pada pemilu 2024, bacawabup yang berpotsnsi digandeng Anna adalah dari Gerindra. Bisa Ketua DPC Gerindra Bojonegoro, Sahudi, kader Gerindra lainnya atau comotan. Sebab, bila Anna menggandeng partai besutan presiden terpilih, Prabowo Subianto, maka bisa menambah dukungan. Gerindra merupakan parpol peraih kursi terbanyak ke dua di DPRD Bojonegoro. Gerindra memperoleh 8 kursi.

Baca Juga :   Cak Wahid : Bupati Jalur Independen Lebih Untungkan Rakyat

Tandem PKB – Gerindra ini bisa menjadi kekuatan besar di Pilkada Bojonegoro. Apalagi di tingkat pusat, PKB telah merapat dan menyatakan akan bergabung dalam pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Artinya, jika kolasi PKB – Gerindra terjadi di pilkada Bojonegoro, maka akan mendapat dukungan dari pusat.

Sayangnya, duet PKB – Gerindra ini tidak terjadi di pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim. Sebab Gerindra telah mengusung Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak. Pasangan petahana ini juga mendapat dukungan dari lima parpol lainnya yakni Partai Demkrat, PAN, Golkar, Perindo dan PSI. Sementara PKB sampai hari ini belum menentukan siapa bacagub dan bacawagub yang akan diusung untuk melawan Khofifah – Emil di Pilgub Jatim. Jika PKB membuat poros tandingan di Pilgub Jatim, tentu ini akan sulit memasangkan Anna dengan Gerindra di Pilkada Bojonegoro.

Artinya, Anna bisa jadi akan mencari alternatif bacawabup lain. Bacawabup potensial yang berpeluang digandeng mantan Bupati Bojonegoro periode 2018 – 2023 adalah dari PDI Perjuangan. Partai berlambang kepala banteng moncong putih ini memperoleh 6 kursi di DPRD Bojonegoro. Ada dua figur PDI Perjuangan yang memiliki kans kuat mendampingi Anna, yakni Abidin Fikri dan Teguh Haryono. Abidin Fikri adalah Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro dan anggota DPR RI terpilih periode 2024 – 2029.

Sementara Teguh Haryono pernah menjadi calon legislatif (Caleg) DPR RI 2024 dari PDI Perjuangan Dapil IX (Bojonegoro dan Tuban). Meski bukan seorang politisi sejati dan kader militan PDI-Perjuangan, Teguh dipercaya menduduki nomor urut 2 sebagai Caleg DPR- RI. Namun Teguh gagal melenggang ke senayan.

Dibanding Abidin Fikri, Teguh Haryono berpotensi digandeng Anna. Sebab, mantan pejabat PT Tripatra Engineers & Construcotors, itu adalah warga asli Bojonegoro. Teguh lahir di Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru. Asli Bojonegoro inilah yang dimungkinkan menjadi pertimbangan Anna menggandeng Teguh untuk melawan slogan “Asli Bojonegoro” yang diusung pasangan independen Nurul Azizah – Nafik Sahal. Apalagi dari informasi yang berkembang, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Krisyanto jauh hari telah memberi sinyal agar Teguh Haryono menjadi pasangan Anna Mu’awanah di Pilkada Bojonegoro 2024.

Baca Juga :   Ketua Parpol di Bojonegoro Sepakat Laporkan ASN Terlibat Politik Praktis

Sementara di Pigub Jatim, PKB dan PDI Perjuangan sama-sama belum membuat keputusan politik. PDI Perjuangan masih akan mempersiapkan skenario lain jika Khofifah menutup pintu untuk mengusung kadernya sebagai cawagub.

Dalam konteks Pilkada Bojonegoro sampai hari ini masih berjalan dinamis. Segala kemungkinan masih bisa saja terjadi dan berubah. Termasuk munculnya bakal pasangan calon (Bapaslon) poros baru. Poros baru ini berpotensi muncul jika Gerindra tidak jadi digandeng Anna Mu’awanah.

Gerindra sangat berpeluang berkoalisi dengan sejumlah parpol untuk mengusung bapaslon sendiri maju dalam Pilkada Bojonegoro. Partai berlambang kepala burung garuda ini memiliki 8 kursi di DPRD dan menjadi pemenang kedua pemilihan legislatif (Pileg) di Bojonegoro. Apalagi Gerindra saat ini menjadi pemenang Pilpres, sehingga membutuhkan dukungan kepala daerah dari koalisi yang sama untuk membantu kelancaran dan mengamankan roda pemerintahan hingga lima tahun kedepan.

Untuk membangun poros baru ini, Gerindra bisa saja berkoalisi dengan PAN, Demokrat, dan Golkar. Gabungan empat partai ini bisa mengantongi 21 kursi di DPRD Bojonegoro. Rinciannya, Gerindra 8 kursi, Demokrat dan Golkar masing-masing 5 kursi, serta PAN 3 kursi. Poros baru ini juga sejalan dengan koalisi yang dibangun untuk Pilgub Jatim yang mengusung Khofifah – Emil. Koalisi ini tentu akan menjadi kekuatan besar yang bisa mengubah peta politik Pilkada Bojonegoro.

Bapaslon poros baru ini juga bisa meminimalisir konflik antarpendunkung bapaslon jika Pilkada Bojonegoro hanya diikuti oleh dua pasang kandidat. Selain itu, juga memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat Bojonegoro untuk menentukan pilihannya pada 27 November 2024 mendatang.

Komunikasi politik antarparpol untuk membangun koalisi poros baru masih terbuka lebar. Masih ada waktu untuk menyeleksi, menentukan dan memutuskan siapa bapaslon yang akan diusung poros baru dalam Pilkada Bojonegoro.

Penulis adalah wartawan suarabanyuurip.com

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *