Menanam di Lahan Pekarangan, Mahasiswa KKN Unigoro dan PPL Ngasem Dampingi Ibu PKK Bandungrejo

KKN Unigoro.
Mahasiswa KKN-TK Unigoro foto bersama Ibu-ibu PKK Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, usai sosialisasi gerakan pekarangan pangan untuk kemandirian pangan keluarga.

SuaraBanyuurip.com – Warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk menanami aneka sayur-sayuran. Kreatifitas warga yang tinggal di ring satu lapangan gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) ini mengundang perhatian mahasiswa Kerja Kuliah Nyata Tematik Kolaboratif (KKN – TK) Kelompok 03 Universitas Bojonegoro (Unigoro).

Bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Ngasem, mahasiswa KKN-TK 03 Unigoro dan ibu-ibu PKK turut berpatisipasi aktif menggelar pemberdayaan masyarakat di Desa Bandungrejo pada Senin (22/7/2024).

Acara bertajuk Pemberdayaan Masyarakat GPP (Gerakan Pekarangan Pangan) untuk Kemandirian Pangan Keluarga ini memberikan pembekalan dan praktik langsung menanam sayur-sayuran seperti terong, cabai, dan tomat.

Sugiyono selaku PPL Kecamatan Ngasem menekankan pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayur-sayuran. Ia juga memberikan tips dan trik dalam mengelola pekarangan secara efektif dan efisien turut dibagikan.

Tak hanya teori, para peserta langsung mempraktikkan cara menanam sayur-sayuran di lahan pekarangan. Mereka antusias menggali ilmu dan pengalaman baru bercocok tanam.

Baca Juga :   Bimbel Kampung Ilmu Hadir di Kota Bojonegoro

Yuvendo Arfiandy, Ketua KKN Tematik Kolaboratif Kelompok 03 Unigoro berharap kegiatan yang dilaksanakan dapat membekali ibu-ibu PKK dan warga Desa Bandungrejo dalam bercocok tanam di lahan pekarangan.

“Gerakan pekarangan pangan ini langkah menuju kemandirian pangan keluarga,” ujarnya.

Ketua PKK Desa Bandungrejo, Ny Winarti Sapani mengapresiasi program gerakan pekarangan pangan yang dilaksanakan mahasiwa KKN-TK 03 Unigoro. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi solusi menjaga ketahanan pangan di Desa Bandungrejo.

“Dengan menanam di pekarangan, warga bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri, sehingga dapat menekan biaya pengeluaran sehari-hari dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar desa,” tuturnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *