17 Dosen Unigoro Lolos Pendanaan BIMA 2026, Fokus Isu Strategis Lokal dan Nasional

Unigoro.
Salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Dosen Unigoro.

SuaraBanyuurip.com – Sebanyak 17 dosen Universitas Bojonegoro (Unigoro) berhasil lolos mendapatkan pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat BIMA Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknik (Diktisaintek) RI 2026.

Rinciannya tiga proposal skema penelitian fundamental reguler, tujuh proposal skema penelitian dosen pemula, enam proposal skema penelitian kerja sama antar perguruan tinggi, serta satu proposal skema pemberdayaan kemitraan masyarakat. Unigoro selalu mendorong para akademisi berkontribusi untuk daerah melalui kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Sebagai wujud komitmen kampus berdampak.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., mencatat ada 51 dosen yang mengajukan hibah penelitian dan enam dosen mengajukan pengabdian masyarakat. Hasilnya, 16 dosen lolos mendapatkan pendanaan penelitian serta satu dosen lolos mendapatkan pendanaan pengabdian masyarakat.

“Secara prinsip, tema hibah Kementrian Diktisaintek 2026 tidak berubah total dari tahun sebelumnya. Tetapi mengalami penajaman arah kebijakan dan prioritas nasional. Jadi perbedaannya bukan tema baru sepenuhnya, melainkan refocusing agar lebih berdampak,” terangnya, Jumat (10/4/26).

Baca Juga :   Bupati Wahono di Rakernas ADPMET 2025, Dorong Daerah Penghasil Migas Perkuat Kemandirian Energi Nasional

Dosen-dosen Unigoro juga diperbolehkan melakukan kerja sama riset dengan kampus lain melalui skema penelitian kerja sama antar perguruan tinggi. Laily menjelaskan, skema tersebut bisa menjadi alternatif bagi dosen dengan jabatan fungsional akademik minimal asisten ahli (AA) agar tetap bisa mengajukan proposal hibah.

“Dengan catatan setelah jatah skema penelitian dosen pemula dua kali sudah digunakan. Namun untuk bisa mengajukan skema ini harus bekerjasama dengan perguruan tinggi mitra, yang syaratnya klaster kampus tersebut harus di atas Unigoro,” papar dosen Prodi Ilmu Lingkungan Unigoro.

Judul penelitian dan pengabdian yang diangkat oleh dosen-dosen Unigoro selalu didasari isu lokalitas dan isu strategis nasional. Untuk memaksimalkan potensi yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Sekaligus sebagai solusi atas berbagai permasalahan di daerah.

‘Topiknya juga disesuaikan dengan rencana induk penelitian Unigoro,” pungkas Laily.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait