SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) tematik kelompok 20 Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar sosialisasi digital marketing dan perizinan usaha di Desa Mojorejo, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kegiatan ini untuk memperluas pemasaran produk para pelaku usaha.
Narasumber Digital Marketing dan Perizinan Usaha, Reza Angga Pratama mengatakan, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) harus bisa bersaing untuk meningkatkan penjualan.
“Terutama dalam mempercantik produknya, misalnya membuat perizinan brand, modernisasi kemasan, menambah modal hingga distribusi pasar,” kata Reza Angga Pratama yang juga dosen ekonomi Unigoro tersebut.
Dia mengatakan, kemasan dan pemasaran bisa menjadi kendala untuk bersaing di pasaran khususnya untuk produk UMKM yang ada di Desa Mojorejo, Kecamatan Ngraho ini. Sehingga sosialisasi digital marketing dan perizinan usaha ini sangat penting untuk mengembangkan usaha sehingga dapat bersaing dengan pangsa pasar yang lebih luas.
“Branding produk penting untuk menarik konsumen agar tergerak membeli produk tersebut,” katanya, Jumat (2/8/2024).
Selain itu, produk UMKM juga harus mempunyai nomor induk berusaha (NIB) atau legalitas. Jika UMKM memiliki legalitas tentu pemasaran bisa lebih luas dan menjangkau toko-toko modern.
Kepala Desa Mojorejo, Kecamatan Ngraho, Sutikno mengatakan, NIB penting karena bisa memasarkan produk secara luas.
“Jangkauan pasar lebih luas, jika tidak ada NIB maka akan terbatas kegiatannya, hanya sampai di satu tempat saja. Apalagi Desa Mojorejo memiliki banyak produk UMKM seperti geprek, pangsit goreng, donut, kue tradisional, jamu, hingga gapit. Jika bisa berkembang bisa menjadi makanan khas Mojorejo,” katanya.(jk)





