Pesan Bupati Bojonegoro ke Mahasiswa KKN Unigoro

KKN Unigoro.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menyemangati mahasiswa Unigoro yang akan melaksanakan KKN-TK.

SuaraBanyuurip.com – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, resmi memberangkatkan peserta program kuliah kerja nyata tematik kolaboratif (KKN TK) dan KKN Internasional Universitas Bojonegoro (Unigoro) 2026, Selasa (14/7/25). Sebanyak 696 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 21 titik lokasi kawasan hutan selatan Kabupaten Bojonegoro. Serta 10 mahasiswa melaksanakan KKN Internasional Unigoro di Songkhla, Thailand.

Kirab dan atraksi barongsai mewarnai pemberangkatan mahasiswa sebagai penanda langkah internasionalisasi Unigoro.

Ketua LPPM Unigoro, Laily Agustina R melaporkan, pemberangkatan peserta KKN tahun ini adalah momen bersejarah. Ratusan mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di dalam dan luar negeri.

Laily menjelaskan, tema yang diangkat dalam KKN TK Unigoro adalah pemberdayaan masyarakat di kawasan hutan selatan Bojonegoro. Sedangkan tema KKN Internasional Unigoro adalah empowering community yang menyasar ke masyarakat dan lingkungan di sana.

“Program ini menjadi realiasi tri dharma perguruan tinggi di tengah masyarakat, memperkuat kolaborasi lintas negara, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan global,” jelasnya.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengapresiasi tema yang diusung pada KKN TK dan KKN Internasional Unigoro 2026. Ia mendorong mahasiswa-mahasiswi Unigoro menjadi agen perubahan bagi masyarakat melalui sejumlah program kerja yang telah direncanakan.

Baca Juga :   11 Daerah Akan Diwajibkan Pakai MyPertamina Saat Beli Pertalite dan Solar Subsidi

“Pahamkan masyarakat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, hutan, mata air, tanah, dan iklim. Hasilnya nanti bisa dilaporkan agar menjadi kajian yang akhirnya dapat menjadi masukan untuk merumuskan kebijakan. Angkat potensi lokal setiap desa, bantu promosi di medsos khususnya di wilayah selatan hutan Bojonegoro. Sinergikan program-program kerja dengan pemdes (pemerintah desa) dan kecamatan setempat,” tuturnya.

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januwarso turut mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Bojonegoro untuk memberangkatkan 706 peserta KKN. Arief juga mendorong setiap kelompok berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) serta lembaga lainnya. Tahun ini, Unigoro mengucurkan pendanaan program KKN untuk 21 kelompok senilai total Rp 204.858.493.

“KKN adalah momentum sinergi akademisi dengan pemerintah. Mahasiswa dapat mengaplikasikan teori atau ilmu yang didapatkan di bangku kuliah. Sedangkan pemerintah sebagai pemangku kepentingan lebih tahu kondisi riil dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di desa-desa,” terangnya.

Pemberangkatan peserta KKN TK Unigoro 2026 ditandai dengan penyematan atribut rompi dan topi oleh Bupati Bojonegoro kepada pewakilan mahasiswa, penyerahan pendanaan program secara simbolis, serta pelepasan balon. Pemberangkatan peserta KKN juga dihadiri oleh pimpinan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Bojonegoro Dilli Tri Wibowo, perwakilan
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, serta perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol Bojonegoro).(red)

Pos terkait