DPC PPP Bojonegoro Ikrar Jihad Menangkan Cabup – Cawabup Wahono – Nurul

Setyo Wahono dan PPP
Bacabup Setyo Wahono berjanji lebih perhatian ke pondok pesantren saat menghadiri Konsolidasi DPC PPP Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan ikrar jihad untuk memenangkan pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Setyo Wahono dan Nurul Azizah dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.

Ikrar yang berlangsung dalam agenda Konsolidasi Pemenangan Cabup-Cawabup Wahono – Nurul diikuti oleh seluruh pengurus DPC PPP Bojonegoro beserta seluruh jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) dan badan otonom, dan seluruh anggota DPRD PPP.

Cabup Setyo Wahono hadir langsung dalam acara yang berada dalam satu rangkaian dengan jadwal Muskercab 1 2024 PPP Bojonegoro. Seiring dengan itu, perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jatim, Rachmad Taufik yang menjabat wakil ketua bidang pemenangan, turut hadir di aula Kantor PPP setempat.

Ketua DPC PPP Bojonegoro, H. Sunaryo Abuma’in mengatakan, bahwa para kader PPP telah membentuk relawan bahkan jauh sebelum nama Setyo Wahono muncul. Semuanya telah bergerak demi adanya perubahan di Bojonegoro.

“Kami haqqul yakin, Allah SWT akan mengabulkan keinginan untuk membuat perubahan di Bojonegoro memiliki pemimpin hebat, Bojonegoro kuat, dan asli lebih baik, yakni Saudara Setyo Wahono dan Nurul Azizah,” kata pria yang juga pengacara kondang banyak memenangkan kasus banding ini.

Baca Juga :   Panen Raya Padi Bojonegoro, Bacabup Setyo Wahono : Akan Buat Koperasi untuk Atasi Permasalahan Petani
Ketua DPC PPP Bojonegoro, H. Sunaryo Abuma'in.
Ketua DPC PPP Bojonegoro, H. Sunaryo Abuma’in membakar semangat dan memantabkan soliditas para pengurus dan kader demi memenangkan Wahono – Nurul menjadi Bupati dan Wabup Bojonegoro 2024-2029.

Mbah Naryo sapaan akrabnya menambahkan catatan, bahwa Setyo Wahono dan Nurul Azizah adalah pasangan yang sama – sama bukan politikus. Namun demikian, pihaknya meyakini, kedua putra putri terbaik Bojonegoro itu mampu mengayomi semua partai politik yang ada.

“Insyaallah Wahono Nurul menang,” ucapnya disambut pekik takbir dari para peserta.

Kemudian, Anggota DPRD PPP yang terpilih dari Dapil 3, Khoirul Anam melanjutkan acara dengan agenda pembacaan deklarasi dan ikrar jihad pemenangan Wahono – Nurul sebagai Bupati dan Wabup Bojonegoro periode 2024-2029.

“DPC PPP memandang bahwa Wahono – Nurul adalah putra putri terbaik Bojonegoro yang insyallah mampu memimpin Bojonegoro kedepan yang lebih baik untuk mewujudkan baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur,” demikian penggalan deklarasi jihad yang dibacakan Khoirul.

Sementara Bacabup Setyo Wahono mengakui PPP adalah salah satu parpol yang menyediakan karpet merah dalam pencalonannya sebagai Bupati Bojonegoro. Bahkan ia tak segan menghaturkan rasa hormat dengan menyebut Ketua DPC PPP, H. Sunaryo sebagai salah satu guru baginya.

Baca Juga :   Susul Demokrat, PPP Bojonegoro Duetkan Setyo Wahono-Nurul Azizah Jadi Cabup dan Cawabup

“Saking percayanya Pak Ketum ke saya, sampai saya diminta ambil saja rekom ke Kantor DPP PPP begitu saja, jadi saya tidak akan melupakan PPP, apalagi ini (partai) tempatnya para Kyai,” beber Wahono.

Adik kandung Mensesneg Pratikno ini pun sempat menceritakan pengalamannya saat berkeliling ke berbagai pondok pesantren. Berkenaan hal itu, ia mendapati dan berjanji ihwal insentif untuk madin yang ada, jumlahnya akan ditambah.

Sebab pesantren hari ini menjadi tonggak untuk mendidik anak-anak meraih masa depan. Tetapi kondisinya masih sangat perlu perhatian. Sehingga nantinya pesantren akan lebih diberi perhatian.

“Saya tidak akan membedakan ini ponpesnya siapa, yang penting butuh insyaallah saya bantu, karena pendidikan ini semua orang butuh, saya bukan politisi, saya orang profesional jadi mana yang butuh, mana yang perlu ditingkatkan SDMnya, termasuk honornya, akan saya bantu, Bismillah ini janji saya,” tegasnya.

“Kedepan kesejahteraan para guru madin akan kami perjuangkan, karena mereka ini mendidik anak-anak kita. Coba bayangkan, APBDnya besar tapi perhatian ke pondok pesantren kurang, kenapa saya fokus ini dengan PPP, karena PPP ini doanya tembus (secepat) angin,” lanjutnya.(fin)

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait