SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Guna mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) Tahun 2025, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro menggelar Workshop yang diikuti puluhan cabang olahraga (cabor) anggota KONI.
“Ada 38 cabang olahraga anggota KONI yang hadir,’’ kata Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro, Sahari, dalam sambutan pembukaan di Ballroom Adelia Cafe and Resto, Jumat (11/10/2024).
Selain dihadiri 38 cabor anggota, kalender ini pun dihadiri oleh 9 cabor calon anggota. Setiap cabor, diwakili ketua, sekretaris dan bendahara sehingga totalnya dihadiri lebih dari 140 peserta.
Dijelaskan, acara ini adalah pemberian pemahaman menuju Pekan Porprov Jatim 2025 di Malang Raya sekitar bulan Juni mendatang. Sehingga ada kesamaan langkah dan gerak dari KONI dan cabor untuk meraih hasil maksimal.
‘’Kita awali dengan samakan persepsi langkah dan pemahaman,” jelasnya.

Diharapkan, dengan persiapan yang lebih awal untuk Porprov ini nantinya bisa meraih hasil optimal. Untuk itu kepada para cabor agar bisa mengikuti alur yang telah dipaparkan dalam Workshop ini sebagai bagian persiapan menuju Porprov 2025 nantinya.
“Jadi ada beberapa rekomendasi yang harus dijalankan oleh masing-masing cabor,” harapnya.
“Langkah awal cabor menggelar pemusatan latihan cabang atau Puslatcab dihelat selama tiga bulan mulai November 2024,’’ beber Wakil Ketua I KONI Kabupaten Bojonegoro, Tony Ade Irawan, saat memberikan materi.
Dia menuturkan, peserta Puslatcab adalah hasil penjaringan di Porkab Agustus 2024 lalu ditambah dengan peraih medali Porprov 2023 serta atlet potensi medali yang menjadi juara di kejurprov atau kejurda.
Setelah itu hasil Puslatcab akan diteruskan dengan pemusatan latihan kabupaten atau Puslatkab mulai Februari sampai dengan Mei 2025 oleh KONI. Dimana rekomendasi cabor atas hasil Puslatcab, menurut dia, akan menjadi dasar pelaksanaan Puslatkab.
“Jadi tidak semua peserta Puslatcab bisa masuk di Puslatkab begitu juga peserta Puslatkab juga belum tentu berangkat ke Porprov,’’ tegasnya.
Sebab, nanti akan ada kriteria mereka yang berangkat Porprov yang akan dirumuskan melihat hasil perkembangan Puslatcab dan Puslatkab serta even-even yang diikuti. Sementara Puslatcab sendiri akan ditangani oleh masing-masing cabang olahraga.
“Namun tetap akan dipantau KONI perkembangannya baik fisik maupun peningkatan kemampuan dengan indikator catatan waktu atau jarak yang mendekati di tingkat provinsi,” tandas mantan jurnalis ini.(fin)





