SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Perusahaan Listrik Negara (PLN) Bojonegoro, Jawa Timur menyebutkan, pemasangan baru listrik yang diberikan kepada warga kurang mampu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berbiaya sama dengan pasang listrik secara mandiri. Bantuan ini telah diberikan oleh Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada 908 warga Bojonegoro.
Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana (UP) 3 Bojonegoro, I Made Agus Dwi Putra mengatakan, para penerima bantuan listrik gratis mendapat daya sebesar 900 VA/watt. Biaya pemasangan listrik baru prabayar berdaya 900 VA/watt ini sebesar Rp846.000 yang semuanya ditanggung pemerintah.
“Ini belum termasuk token senilai Rp100 ribu, dan instalasinya untuk 3 titik lampu. Biaya ini sama dengan biaya untuk para pelanggan secara mandiri,” kata I Made Agus Dwi Putra kepada Suarabanyuurip.com usai ikut serta dalam seremoni penyalaan perdana BPBL di Desa Penganten, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (28/12/2024) sore.
Disebutkan, selain 908 pelanggan baru dari program pemerintah, total pemasangan baru di wilayah PLN UP 3 di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan ada 36.600 pelanggan lebih akumulatif dari tiga kabupaten tersebut sepanjang 2024.
Seiring pelanggan baru yang semakin banyak, pria asal Bali ini menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Berkenaan PLN telah pula menerapkan digitalisasi pembayaran non tunai. Maka hendaknya masyarakat membayar tagihan listrik dengan menggunakan nomor register.
“Jadi tidak ada pembayaran tunai ke petugas, itu demi transparansi good governance dari PLN,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPRI Komisi XII yang komisinya bermitra dengan PLN, Ratna Juwita Sari menyatakan, dari 908 rumah tangga di Bojonegoro yang menerima bantuan listrik gratis, untuk Kecamatan Balen saja terdapat 166 rumah tangga. Seluruhnya mendapat daya sebesar 900 Volt Ampere (VA)/watt.
“Kriteria penerima manfaatnya adalah masyarakat membutuhkan yang terdaftar di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), dan belum memiliki jaringan listrik pribadi yang divalidasi oleh kepala desa,” bebernya.
“Kami berharap para warga mendapat listrik ini bergeliat secara ekonomi, misalnya industri rumahan, minimal kualitas belajar putra putri mereka lebih terjamin,” lanjut Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Sedangkan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Djoko Lukito menambahkan, bahwa Pemkab Bojonegoro pun memberikan bantuan yang sama. Pada tahun 2025 nanti ada sekira 705 warga yang mendapatkan bantuan.
“Mulai dari 2022 sampai dengan tahun 2024 ini sudah ada 7.000 warga yang mendapat listrik gratis dari Pemkab Bojonegoro,” tambahnya.
Koordinator Perlindungan Konsumen dan Usaha Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Ainul Wafa menyatakan, bahwa pada tahun 2024, Program BPBL telah ditetapkan untuk 26.840 rumah tangga di Jawa Timur dan akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga sesuai dengan target sebesar 27.120 rumah tangga.
“Program yang telah dijalankan sejak tahun 2022 ini tetap berlanjut pada tahun 2024 dengan target 150.000 rumah tangga se-Indonesia,” ujarnya.(fin)





