SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Perjalanan kereta api (KA) dari wilayah timur Jawa terganggu setelah insiden tabrakan KA di Bekasi Timur pada Senin malam (27/04/2026). Sejumlah KA dari Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya dibatalkan dan lainnya terlambat, termasuk yang melintasi Bojonegoro.
Dampak gangguan ini merembet ke perputaran rangkaian kereta lintas daerah. Akibatnya, perjalanan dari Surabaya dan Malang ikut terdampak.
Manager Humas Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut penyesuaian operasi dilakukan demi keselamatan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat keterlambatan dan pembatalan sejumlah perjalanan KA pada hari ini. Kondisi ini merupakan dampak dari insiden operasional di Bekasi Timur,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (29/4/2026).
KA yang dibatalkan meliputi Ambarawa Ekspres (Surabaya Pasarturi–Semarang Poncol), Jayakarta (Surabaya Gubeng–Pasar Senen), Majapahit (Malang–Pasar Senen), serta Arjuno Ekspres relasi Surabaya Gubeng–Malang dan sebaliknya.
Ambarawa Ekspres, Jayakarta, dan Majapahit merupakan KA yang melintasi jalur utara melalui Stasiun Bojonegoro, sehingga penumpang di jalur tersebut ikut terdampak.
Keterlambatan juga terjadi pada Argo Bromo Anggrek, Argo Anjasmoro, Gayabaru Malam Selatan, Matarmaja, dan Gajayana. Sementara KA Pandalungan dan Blambangan Ekspres ikut terdampak saat melintas di wilayah Daop 8.
PT Kereta Api Indonesia memastikan pelanggan yang terdampak pembatalan dapat melakukan pembatalan tiket dengan pengembalian bea 100 persen di luar biaya pemesanan, baik melalui aplikasi Access by KAI maupun loket stasiun.
Sementara itu, bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan, KAI memberikan kompensasi sesuai ketentuan service recovery yang berlaku.
“KAI memahami bahwa kondisi ini berdampak pada rencana perjalanan pelanggan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik serta memastikan seluruh hak pelanggan terpenuhi,” tandas Mahendro.(fin)





