Freeport Indonesia Pastikan Smelter Gresik Operasi Lagi Juni 2025

Smelter Freeport Indonesia.
Smelter Freeport Indonesia sebelum mengalami insiden kebakaran.(antara/Rizal Hanafi)

SuaraBanyuurip.com – Smelter PT Freeport Indonesia yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur, akan kembali beroperasi pada Juni 2025 mendatang. Freeport Indonesia telah menghentikan produksi Smelter Gresik setelah terbakar pada Senin, 14 Oktober 2024.

Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Jenpino Ngabdi, menyatakan komitmen perusahaan untuk segera memulihkan operasional smelter.

“Kami sedang melakukan perbaikan pasca-insiden kebakaran dan berharap bisa beroperasi kembali pada Juni 2025. Dengan begitu, kami bisa menyerap tenaga kerja dan memasarkan produk kami baik untuk pasar domestik maupun internasional,” jelas Jenpino saat menerima kunjungan spesifik Komisi VII DPR RI, Kamis 6 Pebruari 2025.

Jepindo menegaskan PT Freeport Indonesia akan terus berkomitmen memberikan dampak positif bagi masyarakat Gresik melalui program tanggungjawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Smelter PT Freeport Indonesia telah diresmikan pada Agustus 2024. Kunjungan Komisi VII DPR RI ingin memastikan penyerapan tenaga kerja, dan dampak insiden kebakaran yang sempat menghentikan sebagian produksi.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanti menyanyangkan insiden kebakaran yang terjadi Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik yang menyebabkan terhentinya sebagian produksi.

“Sangat disayangkan insiden kebakaran kemarin yang menyetop sebagian produksi. Ada sekitar 130 ribu ton barang di gudang yang belum bisa diekspor atau diolah karena kerusakan mesin,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya peningkatan keamanan dan keandalan operasional smelter, serta perlunya pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memikirkan pembangunan hilirisasi lain yang terkait dengan produk smelter.

“Kita sudah melakukan hilirisasi, tapi penyerapan domestik belum 100 persen. Ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak hanya bergantung pada ekspor,” tambah Evita dikutip dari parlementaria.

Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, menyampaikan beberapa catatan penting dari kunjungan di Smelter Freeport Indonesia di Gresik. Terutama terkait penyerapan tenaga kerja dan investasi untuk UMKM, dan program CSR.

“Saya memberikan perhatian khusus terhadap investasi sosial yang sifatnya jangka panjang, bukan hanya konsumtif. CSR harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Gresik,” tegasnya.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Gresik ini berjanji akan terus mengawal komitmen PT Freeport Indonesia dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat Gresik.

“Kami akan meminta pertanggungjawaban tertulis dan terus memantau pelaksanaannya,” tegas Nila.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani berharap kebakaran di Smelter Freeport Indonesia di wilayah dapat segera diatasi agar operasional segera pulih dan bisa berjalan kembali.

“Hilirisasi harus terus berjalan, dan kami berharap Gresik menjadi kawasan ekonomi khusus yang fokus pada hilirisasi,” ujarnya.

Fandi juga berharap kehadiran PT Freeport Indonesia di wilayahnya memberikan multiplier efek yang besar, terutama dari sisi UMKM, penyerapan tenaga kerja, dan kesejahteraan masyarakat.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait