SuaraBanyuurip.com – Sektor energi berpeluang membuka 6,2 juta lapangan kerja baru. Peluang kerja tersebut salah satunya dari penambahan kapasitas pembangkit listrik untuk mencukupi kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, sektor energi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja. Peluang kerja yang besar tersebut salah satunya didorong oleh meningkatnya kebutuhan listrik nasional. Konsumsi listrik Indonesia saat ini masih berada di angka 1.337 kWh per kapita per tahun, lebih rendah dibandingkan Vietnam yang mencapai 2.648 kWh.
Menurut Dadan, meningkatnya kebutuhan listrik ini merupakan sinyal bahwa Indonesia harus segera menambah kapasitas pembangkit listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita, konsumsi listriknya itu masih rendah, berarti kita perlu tambahan pembangkit listrik. Ini angka-angkanya yang saya sampaikan, angka-angka yang investasi hijau 42,6 gigawatt (GW). Ini angka yang besar, angka yang nanti memerlukan tenaga kerja yang sangat besar. Investasinya 10 tahun ke depan, Rp1.682 triliun. Ini yang sudah ada, proyek yang ada di PLN, nanti memerlukan tenaga kerja, memerlukan produksi, memerlukan jasa-jasa yang akan mendorong perekonomian di dalam negeri,” jelasnya.
Selain dari subsektor ketenagalistrikan, Dadan juga menekankan hilirisasi dan peningkatan ketahanan energi juga akan mendorong terbukanya peluang kerja bagi masyarakat. Ia mencontohkan pembangunan industri ekosistem baterai EV yang beberapa waktu lalu dilakukan groundbreaking oleh Presiden Prabowo Subianto. Industri tersebut tidak hanya membuat pabrik baterainya saja.
“Tapi dari hulunya, dari mulai nambang, kemudian diolah, sampai itu menjadi baterai. Nah ini ada kaitannya juga dengan ketahanan energi, karena ketahanan energi kita ingin mendorong kepada energi yang semakin bersih. Nah kita punya potensi di hulu yang baik, Indonesia ini adalah memegang cadangan terbesar untuk nikel,” ungkapnya.
Dadan menjelaskan, peluang kerja di sektor ESDM nantinya bukan hanya untuk bekerja di tambang dan pembangkit. Juga untuk seluruh pekerjaan baik langsung maupun tidak langsung.
“Karena nanti ada perusahaan-perusahaan yang menyediakan makanan, ada perusahaan yang untuk catering, ada perusahaan untuk jasa, ada perbankan, ada yang lain-lain. Nah ini kami menghitung melakukan simulasi, ini angkanya 6,2 juta orang. Jadi tidak usah khawatir, sektor energi ini akan banyak menyerap tenaga kerja,” tuturnya Dadan mewakili Menteri ESDM menjadi pembicara kunci pada acara Green Impact Festival di Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Dia menambahhkan, peluang kerja sektor ini menjawab tantangan kondisi Indonesia saat ini tengah memasuki masa bonus demografi. Mayoritas penduduknya berada di usia produktif. Dari total 284 juta penduduk, sebanyak 169 juta berada di rentang usia produktif, dan sekitar 7,27 juta di antaranya tengah menempuh pendidikan tinggi atau belum bekerja.
“Ini harus direspons dengan menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak mungkin sesuai dengan kebutuhan generasi muda di usai produktif. Sektor ESDM, berpeluang untuk menciptakan peluang kerja untuk 6,2 juta orang,” pungkas Dadan.(red)





