SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan pengembangan pabrik metanol di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sebagai salah satu dari 77 proyek strategis nasional (PSN). Bupati Bojonegoro Setyo Wahono siap mendukung pembangunan pabrik metanol di wilayahnya.
Pembangunan pabrik metanol di Kabupaten Bojonegoro bersama puluhan PSN lainnya telah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029 yang ditanda tangani Presiden Prabowo pada 10 Februari 2025 lalu.
Proyek pengembangan biofuel dari metanol dan Etanol di Kabupaten Bojonegoro akan dilakukan dengan pelaksana PT Pertamina. Proyek ini untuk mendukung swasembada energi.
“Terutama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengurangi kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan, serta yang mendorong pemerataan pembangunan,” bunyi salah satu poin dalam Perpres tersebut.
Sedangkan bioetanol berbasis Tebu akan dilakukan di Provinsi Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan. Sebagai koordinator pelaksana adalah Kementerian ESDM.

Sementara pembangunan pabrik metanol akan memanfaatkan gas dari lapangan Jambaran – Tiung Biru (J-TB) di Kabupaten Bojonegoro, dan Lapangan Gas MDA & MBH di Madura.
Lokasi pabrik metanol di Bojonegoro rencananya akan menggunakan lahan hutan BKPH Sawit. Lokasinya tidak berada jauh dari Lapangan Gas J-TB yang berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.
Pembangunan pabrik metanol di Bojonegoro pernah disinggung saat peresmian PSN JBT serta Lapangan Gas MDA & MBH, di Sheraton Hotel and Towers, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Rabu 8 Februari 2023 lalu.
Pabrik methanol yang akan dibangun di Kabupaten Bojonegoro berkapasitas 800.000 ton. Sebab kedepan produksi gas di Jawa Timur cukup besar seiring meningkatnya kapasitas lapangan Jambaran – Tiung Biru di Kabupaten Bojonegoro, dan Lapangan Gas MDA & MBH di Madura.
Total produksi gas dari dua lapangan itu diperkirakan mencapai 312 juta standar kaki kubik per hari (milion standar cubik feet per day/MMSCFD). Rinciannya, kapasitas produksi lapangan Gas JTB yang dioperatori Pertamina EP Cepu sebesar 192 Sementara kapasitas lapangan Gas MDA & MBH yang dikelola HCML Husky-CNOOC Madura Limited sebanyak 120 MMSCFD.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyatakan siap mendukung pembangunan pabrik metanol di wilayahnya. Dukungan yang diberikan diantaranya kemudahan perizinan, kenyamanan dan keamanan investor dalam berinvestasi di Bojonegoro.
“Kita siap bersinergi dengan pemerintah pusat, Pertamina dan swasta untuk menyukseskan pembangunan pabrik metanol di Bojonegoro,” tegasnya.
Bupati Wahono optimis pembangunan pabrik metanol ini akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat Bojonegoro. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peluang usaha.
“Ini akan bisa mengurangi pengangguran dan mempercepat membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandas adik Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno ini.
Kepa Desa Bandungrejo, Sapani sebelumnya berharap pembangunan pabrik metanol di Kabupaten Bojonegoro bisa dipercepat. Sebab, sekarang ini banyak warganya yang sudah menganggur dan pengusaha lokal tidak mendapat pekerjaan karena proyek gas JTB telah memasuki fase produksi.
“Kalau itu cepat dimulai tentu akan membantu masyarakat dan pengusaha lokal di sini,” pungkasnya.(suko)





