SuaraBanyuurip.com – Sasongko
Bojonegoro – Rencana pembangunan pabrik metanol di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang direncanakan berdiri di lahan Perhutani RPH Sawitrejo, BKPH Clangap, KPH Bojonegoro, turut wilayah Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, mendapat respons positif dari petani sekitar hutan.
Salah satu petani hutan, Rohmad, mengatakan, tidak keberatan jika lahan yang selama ini digarap digunakan untuk proyek metanol, termasuk untuk lahan tanaman sorgum atau yang dikenal petani sebagai jagung joto.
“Petani hutan tidak berhak menolak karena itu lahan Perhutani, bukan milik pribadi. Jika dibutuhkan untuk pembangunan pabrik metanol oleh pemerintah, kami tidak mempermasalahkan,” ujarnya kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (3/5/2026).
Meski mendukung, Rohmad berharap, para petani hutan yang terdampak tetap dilibatkan dalam proyek tersebut, khususnya dalam pengelolaan tanaman sorgum. Dengan melalui peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) agar petani tetap memiliki sumber penghasilan.
“Kami berharap petani penggarap tetap diperhatikan, baik dalam pengerjaan proyek metanol maupun pengelolaan sorgum melalui LMDH. Dengan begitu, petani tetap punya penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Hal senada disampaikan petani lainnya, Yanto. Dia juga tidak keberatan dengan rencana pembangunan pabrik metanol tersebut, asalkan keterlibatan petani tetap diperhatikan.
“Saya berharap petani tetap dilibatkan, terutama dalam penanaman dan pengelolaan sorgum, dengan harga hasil panen yang sesuai standar pemerintah. Dengan begitu, petani bisa ikut merasakan manfaat dari pabrik metanol,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, menguatnya rencana pembangunan pabrik metanol di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ini menyusul survei lapangan yang dilakukan tim terpadu terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan terkait di lahan Perhutani RPH Sawitrejo, BKPH Clangap, KPH Bojonegoro.
Lokasi yang disurvei berada tidak jauh dari Gas Processing Facility atau fasilitas pengolahan gas Jambaran-Tiung Biru (GPF JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Dengan luas sekitar 130 hektare.(ko)





