Halal Bihalal Mannah – Ademos, Menko PMK Pratikno Berikan Pesan ke Bupati dan Wabup Bojonegoro

Menteri Pratikno
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. dalam sambutan di acara halal bi halal Yayasan Mannah - Ademos Indonesia di GOR Dolokgede.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Yayasan Mannah dan Organisasi non pemerintah (Ornop) Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos) Indonesia menyelenggarakan halal bihalal mengambil tema “Sucikan Hati Pererat Silaturahmi” pada Selasa (01/04/2025).

Dalam agenda ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. memberikan pesan-pesan penting kepada Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Setyo Wahono dan Nurul Azizah.

Dalam acara yang dihelat di Gedung Olahraga (GOR) Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tersebut, Pratikno hadir didampingi istri.

Demikian juga Bupati Setyo Wahono datang beserta istri, Wabup Nurul Azizah hadir pula bersama suami dalam perjamuan ini. Sejumlah tokoh-tokoh penting diaspora Bojonegoro pun tampak berada dalam acara.

Dalam sambutannya Menko PMK asli kelahiran Desa Dolokgede ini memulai dengan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 Hijiriah kepada warga masyarakat dan tamu undangan yang hadir. Dilanjutkan dengan mengisahkan selayang pandang bagaimana Ademos berdiri secara resmi sejak 2007 sebagai sebuah perkumpulan. Sampai kemudian berkiprah hingga saat ini.

Ia juga menceritakan tentang berdirinya Yayasan Mannah. Mannah adalah akronim dari Kariman dan Kasminah. Ini merupakan gabungan dari nama kedua orang tua Pratikno. Lembaga ini fokus bergerak di bidang pendidikan.

Dana yang ada di Yayasan Mannah, lanjut mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) ini, berasal dari patungan pribadi. Dana itu untuk membiayai kegiatan seni, budaya, dan sedikit bantuan sosial.

Baca Juga :   Satgas Rafi 2025 PGN Area Pasuruan Pastikan Penyaluran Gas Lancar Selama Ramadhan dan Idulfitri
Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah
Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah dalam sambutannya di acara halal bi halal Yayasan Mannah – Ademos Indonesia di GOR Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo.

Berkaitan pendidikan, Pratikno sempat menyentil tentang pembangunan SDN Dolokgede. Proposal kala itu dibuat sebab sekolah dalam keadaan sudah hampir ambruk, namun ketika mengajukan usulan hanya mendapat dua lokal. Sehingga pihaknya kemudian membangun SDN Dolokgede dari dana hasil gotong royong pribadi.

“Pembangunan SDN Dolokgede saat itu saya gunakan untuk menampar pemkab ketika itu, waktu bupatinya masih yang lama sebelum ini,” kata Pratikno tanpa menyebut nama, namun hadirin tampak memahami dan menyambut dengan gelak tawa.

“Saya berharap, Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Bojonegoro jangan melakukan itu lagi sebab itu dosa jariyah, (sebaliknya) berbuatlah untuk amal jariyah,” tutur kakak kandung Setyo Wahono itu berpesan.

Menko PMK yang menjabat sejak 21 Oktober 2024 itu lalu membandingkan antara kekuatan dana pemkab dengan perputaran uang Ademos yang hanya di kisaran Rp2 miliar hingga Rp3 miliar saja, tetapi dapat digunakan membiayai berbagai kegiatan. Maka tentu Pemkab Bojonegoro lebih mampu ketimbang Ademos.

“Apalagi Yayasan Mannah, cuma urunan (patungan) pribadi saya dan adik saya, tetapi (berbeda) dengan Kabupaten Bojonegoro punya uang yang besar, Rp7,9 triliun, maka kami berharap Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati mewakafkan, waktu, tenaga, dan pikirannya untuk amal jariyah,” tegas Pratikno.

Baca Juga :   Didampingi Ademos, PPM EMCL Sukses Ajak UKM Blora Bergeliat

Ia juga berpesan agar di Bojonegoro jangan lagi ada stunting, jangan lagi ada kemiskinan yang meningkat, jangan lagi ada pertumbuhan ekonomi hanya separuh dari pertumbuhan ekonomi rata-rata daerah lain se Jawa Timur.

“Jangan mencari kekayaan dari Bojonegoro tapi berbuatlah untuk Bojonegoro,” ungkap Pratikno menambahkan pesan.

Sementara Bupati Setyo Wahono didampingi Wabup Nurul Azizah, atas nama Pemkab Bojonegoro maupun secara pribadi juga menyampaikan Selamat Hari Raya Idulfitri dan permohonan maaf atas segala kesalahan lahir dan batin.

Bupati Wahono lalu menunjuk sejumlah tokoh diaspora yang hadir seperti Bappeda Provinsi Jawa Timur, rektor dari berbagai kampus di luar kota, dan  Universitas Bojonegoro yang semuanya dapat membantu menjawab persoalan Bojonegoro.

Pada kesempatan yang sama, Nurul Azizah memaparkan ihwal kemiskinan, pendidikan, IPM, dan pertumbuhan ekonomi di rangking ke 38 se Jatim serta korelasinya dengan gagasan Bupati Bojonegoro segera dilakukan untuk menuju Bojonegoro yang makmur dan membanggakan.

“Salah satu ide besar Pak Bupati yang kami segera terapkan yakni nanti pada APBD Perubahan 2025 dari efisiensi anggaran adalah digunakan untuk pemberian bantuan ayam petelur kepada warga miskin, 1 KK diberikan 50 ekor ayam,” bebernya.(fin)

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait