Mudik Medhayoh Bojonegoro, Pengunjung Wisata Geopark Teksas Wonocolo Meningkat

Wisata edukasi teksas wonocolo
MUDIK MEDHAYOH BOJONEGORO : Para pengunjung sedang menikmati keindahan alam wisata edukasi Teksas Wonocolo di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Wisata alam berupa penambangan minyak sumur tua di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ramai pengunjung pada lebaran Idulfitri 2025. Wisata edukasi geopark Teksas Wonocolo ramai dikunjungi wisatawan dari lokal hingga luar Daerah Bojonegoro.

“Lebaran sebelumnya sepi, tak seramai Idul Fitri pada tahun 2025 ini,” kata salah satu pengelola wisata Wonocolo, Saiful Basri.

Dia mengatakan, wisata edukasi geopark sumur tua peninggalan Belanda hanya dikunjungi kalangan tertentu. Diantaranya para perantau hingga mahasiswa yang sedang melakukan penelitian proses pengolahan minyak tradisional.

“Kami juga menyediakan rumah singgah bagi pengunjung yang sedang melakukan penelitian,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (6/4/2025).

Saiful mengungkapkan, pengunjung rumah singgah dan teksas antara 15 sampai 40 orang per harinya. Jumlah ini lebih meningkat ramai, apabila dibandingkan pada tahun lalu, yakni sekitar 10 pengunjung per harinya.

Wisata edukasi teksas wonocolo
Para pengunjung sedang melihat wisata edukasi Teksas Wonocolo di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Wisata alam penambangan minyak sumur tua bisa dikatakan wisata migas pertama yang ada di Indonesia. Sebab pengunjung dihadapkan dengan sebuah sumur-sumur galian minyak yang diambil secara tradisional.

Baca Juga :   PPM Pertamina EP Sukowati 2025 Dorong UMKM Desa Sekitar Migas Naik Kelas

“Dan wisata ini jarang ditemui di sejumlah daerah, meskipun di Bojonegoro wisatawan tak banyak. Rata-rata wisatawan yang berkunjung karena penasaran,” jelasnya.

Menurut Saiful di momen mudik lebaran tahun ini diharapkan bisa medhayoh di Bojonegoro, terutama mengunjungi wisata alam penambangan minyak sumur tua. Dan bisa memperkenalkan di daerah lain luar Bojonegoro.

“Tetapi sebetulnya wisata minyak sumur tua sudah dikunjungi dari berbagai kota, yakni Jakarta, Malang bahkan hingga kampus luar negeri untuk penelitian,” tambahnya.

Salah satu pengunjung teksas Wonocolo, Hening Wirya menyampaikan, baru mengetahui tentang wisata edukasi pertambangan minyak tradisional.

“Dulu hanya tahu dari sosial media. Dan pada mudik tahun ini penasaran lalu mencari geosite Teksas Wonocolo kemudian berkunjung,” tandasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait