SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Jakarta — Satuan Tugas (Satgas) Lebaran 2025, yang dibentuk oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI/Pertamina Drilling), telah memastikan operasional pengeboran minyak dan gas bumi (Migas) berjalan aman selama liburan Idulfitri 1446 Hijiriah.
Tim satgas bentukan salah satu anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina itu diberi nama Bussines Support Team (BST) PT PDSI, beranggotakan management hingga perwakilan seluruh fungsi.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita sekaligus bertindak sebagai BST Leader mengatakan, bahwa Pertamina Drilling berkepentingan untuk memastikan kegiatan pengeboran berjalan normal dan aman. Karena Pertamina Drilling menjadi salah satu pilar penting dalam upaya pencapaian produksi migas nasional.
“Dan memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri,” katanya dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com, Selasa (08/04/2025).
Pertamina Drilling dalam menjalankan kegiatan operasionalnya selalu berkomitmen menerapkan kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan. Hal ini bertujuan untuk memastikan kegiatan operasi secara aman, nyaman dan berwawasan lingkungan dengan menerapkan standar tinggi terhadap HSSE.
Selain fokus pada produksi, Pertamina Drilling juga sangat memperhatikan aspek keselamatan kerja. Dalam setiap operasi pengeboran, Perusahaan menerapkan standar keselamatan yang ketat.
“Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap proses pengeboran berlangsung dengan aman, serta menghindari potensi kecelakaan yang dapat merugikan pekerja dan lingkungan,” tandas Avep, sapaan akrabnya.
Untuk diketahui, saat ini, Pertamina Drilling sudah memiliki dan mengoperasikan 50 rig. Terdiri dari 47 rig onshore dan 3 rig offshore. Rig-rig tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia baik dari regional 1 sampai dengan regional 4. Selain itu Pertamina Drilling mengalokasikan 1 rig untuk Training Center.(fin)






