Viral Penahanan Ijazah Karyawan, Ketua BPC HIPMI Bojonegoro: Rekrut Karyawan Sesuai Skill dan Kontrak Kerja

Ketua BPC HIPMI Bojonegoro, Jawa Timur, Muhammad Sholikhuddin Zuhdi.
SOROTI PENAHANAN IJAZAH : Ketua BPC HIPMI Bojonegoro, Jawa Timur, Muhammad Sholikhuddin Zuhdi di tengah para karyawan. Selaku pengusaha jasa konstruksi, ia pernah merekrut hingga ratusan karyawan.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Kabar santer perihal banyaknya aduan penahanan ijazah milik karyawan perusahaan makin viral beredar. Isu ini memantik reaksi Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Bojonegoro, Jawa Timur, Muhammad Sholikhuddin Zuhdi.

Kang Sholek, begitu ia karib disapa mengimbau, para pelaku usaha serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terutama di Bojonegoro agar ketika merekrut karyawan mengacu ‘base on skill’ (sesuai keterampilan yang dimiliki) dan berdasar kontrak kerja yang jelas.

Ini tersebab dalam menghadapi era perdagangan global yang sekarang sedang dalam masa “trade war” (perang dagang) ada hal penting yang harus tetap dijaga, yaitu suasana kondusif dalam berwirausaha agar tidak marak layoff (pemutusan hubungan kerja karena kondisi perusahaan) dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Kang Sholek menilai, tantangan usaha ke depan semakin berat, pelaku usaha dituntut untuk adaptif dan menghadapi persaingan secara sehat. Untuk menghadapi itu pelaku usaha harus bisa membuat sistem rekrutmen dan kontrak kerja yang jelas sehingga pemilik usaha dan karyawan tidak merasa saling dirugikan.

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro dan Kodim 0813 Raih Penghargaan Bergengsi di Rakornis TMMD 2025

“Pengusaha yang melakukan penahanan Ijazah karyawan hanya ambil enaknya saja, ingin mengikat karyawan tanpa memperdulikan nasib karyawan ke depan, padahal jika ada peluang lebih bagus bagi karyawan bisa pindah kerja ketempat lain asal sesuai periode dan perjanjian kontrak kerja sudah selesai,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (19/04/2025).

Menurut pria pelaku usaha jasa konstruksi ini, ada banyak cara untuk membuat karyawan betah atau loyal terhadap perusahaan, diantaranya :

– sistem rekrutmen yang jelas berdasarkan skill dan kemampuan.

– pelatihan skill dan pengembangan keterampilan agar karyawan bisa terus upgrade skill.

– Sistem jenjang karier dan tunjangan bonus sesuai perjanjian kerja yang disepakati.

– Pentingnya membuat suasana nyaman dan kondusif di lingkungan kerja, rasa kekeluargaan dan iklim kerja yang harmonis dan tahu tanggung jawab masing-masing.

– Kepastian pekerjaan, kepastian didapat jika perusahaan dalam kondisi yang bagus, sehingga bisa menggaji karyawan sesuai kemampuan perusahaan. Namun tentang hal ini, masalahnya banyak perusahaan atau pelaku usaha yang sedang merintis masih berjuang memperjuangkan usahanya untuk stabil dan sustain (berkelanjutan) sehingga sangat dibutuhkan karyawan yang bisa menjalankan tanggung jawab kerja perusahaan agar target tercapai.

Baca Juga :   DPP PAN Belum Keluarkan Rekomendasi untuk Bacabup Bojonegoro

“Untuk itu perlu dibuat kepastian periode kerja sesuai dengan kesepakatan awal perjanjian kontrak kerja,” ujar Kang Sholek.

Maka, ia berpendapat, masih banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk merekrut karyawan selain dengan menahan ijazah. Kontraktor yang pernah merekrut ratusan karyawan dalam proyeknya ini berpandangan demikian agar tercipta suasana dan iklim yang kondusif bagi dunia usaha sehingga ekonomi makin berkembang dan banyak lapangan kerja bisa dibuka.

Bagi dia, pengusaha dan karyawan adalah simbiosis mutualisme yang tidak terpisahkan, dan saling membutuhkan satu sama lain. Untuk itu iklim usaha dan suasana kerja kondusif sangat dibutuhkan demi tercapainya pertumbuhan ekonomi 8 persen seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto.

“Mari kita saling kerja sama antara pengusaha dan karyawan mencari solusi yang bagus untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait