HIPMI Dukung Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus di Bojonegoro

Bioetanol methanol.
Sekretaris HIPMI Bojonegoro, Imam Hambali.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bojonegoro, Jawa Timur, mendukung apabila Kabupaten Bojonegoro dibangun kawasan ekonomi khusus (KEK). Sebab hal tersebut dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal di Bojonegoro.

Sekretaris Umum (Sekum) Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bojonegoro, Imam Hambali mengatakan, mendukung penuh apabila Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro membangun kawasan ekonomi khusus.

“KEK menjadi salah satu bagian untuk melahirkan ekosistem yang baik bagi tumbuhnya perekonomian,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (22/11/2025).

Namun pembangunan kawasan ekonomi khusus memerlukan kajian strategis agar implementasinya sesuai dengan kondisi yang ada di Bojonegoro. HIPMI, lanjut Hambali, menyakini dibangunya KEK di Bojonegoro tentu akan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Termasuk menciptakan lapangan kerja baru, menarik investasi, meningkatkan daya saing daerah, dan mendorong pengembangan sektor-sektor lain seperti industri, pariwisata, dan perdagangan dan beberapa sektor lain.

“Konsen kita hari ini adalah segera merealisasikan seluruh narasi pembangunan jangka panjang dengan kongkret,” tegas Hambali.

Dia berharap Bupati Bojonegoro Setyo Wahono segera mewujudkan langkah nyata atas seluruh narasi strategis yang sering disampaikan. Karena cita-cita kemakmuran tersebut sangat relevan ditengah kesulitan ekonomi yang dialami rakyat Bojonegoro.

“Ini juga mendorong kinerja pemerintah baru agar dapat segera dirasakan manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat Bojonegoro,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bojonegoro, Gatot Rianto Eko Prabowo menyatakan dukungannya jika Kabupaten Bojonegoro dibangun kawasan ekonomi khusus, karena memiliki potensi sumber daya alam (SDA) migas dan pertanian melimpah.

“Bagus itu, dan kami sangat mendukug kalau di sini dibangun kawasan ekonomi khusus atau kawasan industri,” ujar Gatot kepada suarabanyuurip.com.

Menurutnya, melimpahnya sumber migas maupun produksi pertanian di Bojonegoro bisa menjadi bahan baku untuk mendukung industri hilirisasi. Potensi tersebut hingga sekarang ini belum diolah secara maksimal.

“Potensi yang dimiliki Bojonegoro ini bisa menjadi daya tarik investor untuk membangun dan mengembangkan usahanya. Ini sejalan dengan program Presiden Prabowo, mempercepat hilirisasi,” tegas pengusaha tambang itu.

Gatot menilai pembangunan kawasan ekonomi khusus di Bojonegoro dipastikan memberikan multiplier effect (dampak berganda) bagi masyarakat. Diantaranya terbukanya peluang kerja dan usaha bagi masyarakat Bojonegoro secara langsung maupun tidak langsung.

“Ini akan mampu mengurangi pengangguran, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Bojonegoro. Perputaran uang di sini akan meningkat dan menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru. Pasar-pasar dan pertokoan akan ramai karena masyarakat memiliki penghasilan tetap dari bekerja di situ,” tuturnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait