SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Debit air di Waduk Pirang, Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, semakin berkurang. Hal tersebut membuat 12 desa yang teraliri air waduk mempertanyakan solusi karena sumber air diduga mengalami kerusakan.
Kasi Operasi Unit Pelaksana Teknis Pengelola Sumber Daya Air (UPT PSDA) Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo di Bojonegoro, Teguh Prasetyo menyampaikan, sudah melakukan rapat dengan 12 desa yang teraliri air Waduk Pirang untuk mendapatkan solusi. Hasilnya terdapat poin-poin yang menyebabkan adanya penurunan kondisi air di waduk.
‘’Dari hasil catatan rapat kemarin, kondisi debit air di daerah irigasi Pirang semakin menurun karena kondisi alam, dan di sumber air mengalami kerusakan,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (22/4/2025).
Dugaan sementara karena banyaknya pompa yang beroperasi di hulu sumber baik untuk perusahaan dan pertanian. Tercatat sebanyak 66 pompa air yang beroperasi yang diduga membuat debit air menurun.
“PSDA saat ini akan mulai memberlakukan penjadwalan. Yakni mengenai pembagian air yang nantinya disepakati dan dipatuhi oleh petani. Semula pompa air beroperasi 24 jam kini menjadi 4 jam saja,” jelasnya.
Sementara, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Dander, Maftukin mengungkapkan, pembagian air untuk petani saat ini sudah dilakukan penjadwalan.
“Kami berharap adanya upaya memperbaiki kondisi sumber air di Waduk Pirang. Sebab dengan berkurangnya debit air otomatis berdampak langsung ke petani,” ungkapnya.
Menurut Maftukin, sebetulnya petani dan desa ingin mempertanyakan hal ini langsung ke perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK). Namun terbentur dengan tugas pokok fungsi (tupoksi) karena tidak punya kewenangan.
“Kami bingung karena tidak punya kewenangan,” ujarnya.
Untuk diketahui, pertemuan pada Senin (21/4/2025) kemarin dihadiri oleh 12 kades yang wilayahnya teraliri Waduk Pirang, yakni Desa Jatiblimbing, Ngraseh, Mojoranu, Kecamatan Dander. Kemudian, Desa Bangilan, Sembung, Bendo, Tapelan, Padangmentoyo, Tanjungharjo, Kalianyar, Kecamatan Kapas, dan Desa Sukorejo, Keluraham Mojokampung, Kecamatan Kota.(jk)

