Bupati Setyo Wahono Paparkan Gayatri di Dialog Interaktif ‘Sapa Bupati’

Dialog interaktif sapa bupati
Bupati Setyo Wahono paparkan program Gayatri di dialog interaktif 'Sapa Bupati' kedua di Pendapa Malawapati, Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur.(joko kuncoro)

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memaparkan pelaksanaan program gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri) di acara ‘Sapa Bupati’ kedua di Pendapa Malawapati, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (26/5/2025). Program yang ditujukan untuk kemandirian ekonomi masyarakat tersebut saat ini terus berprogres.

“Program Gayatri terus bergerak, karena memang dari Pemkab Bojonegoro mempunyai keinginan masyarakat bisa mandiri dan tidak mengandalkan bantuan sosial,” kata Bupati Setyo Wahono.

Mas Wahono, demikian Bupati Setyo Wahono karib disapa menjelaskan, penerima bantuan ayam petelur sudah terdata. Yakni masyarakat miskin yang masuk dalam data kemiskinan daerah (damisda). Namun data ini terus dilakukan pengecekan agar nantinya tepat sasaran.

“Rencananya, setiap masyarakat miskin atau pra sejahtera akan menerima sekitar 50 hingga 60 ekor ayam petelur,” ujarnya.

Di acara Sapa Bupati kedua yang telah berlangsung tadi, Mas Wahono mengungkapkan, bahwa Pemkab Bojonegoro juga akan menindaklanjuti keluhan masyarakat. Terutama, tadi soal warga atau guru di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, mengeluhkan aktivitas pengolahan tembakau PT Sata Tec.

Baca Juga :   Disdukcapil Tuban Jemput Bola Rekam E-KTP

“Kami akan segera melakukan pengecekan kembali, dan tadi sudah memerintahkan Satpol PP untuk menindaklanjuti hal tersebut,” tegas pria asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah juga menanggapi terkait keluhan ijazah yang ditahan sekolah. Perempuan ramah dan santun ini mengatakan, satuan pendidikan di bawah pemerintah daerah yakni, sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tidak ada ijazah yang ditahan.

“Untuk tingkat SMA atau SMK itu merupakan kewenangan Provinsi Jawa Timur, namun kami yang di daerah tetap berkoordinasi untuk menindaklanjuti hal tersebut,” tandasnya.

Hadir dalam dialog interaktif ‘Sapa Bupati’ kedua tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, Satpol PP Bojonegoro, sejumlah tokoh masyarakat dan terkait lainnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait