Inisiasi Hutan Kota, Upaya Pemkab Bojonegoro Tingkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

Hutan Kota.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah melakukan penanaman pohon saat pencanangan Hutan Kota di bantaran Bengawan Solo Kelurahan Ledok Kulon.

SuaraBanyuurip.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup telah menginisiasi program pembuatan Hutan Kota. Program ini sebagai bagian dari komitmen quick win 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati dalam meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).

Program hutan kota mengacu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 2021 tentang IKLH dan Peraturan Daerah Bojonegoro Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Tujuan utama program ini untuk meningkatkan skor IKLH Bojonegoro, yang saat ini tercatat pada angka 70,1 berdasarkan penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup. Skor tersebut berasal dari kualitas air 58,42, kualitas udara 87,18, dan tutupan lahan58,59.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Luluk Alifah menjelaskan kawasan yang menjadi fokus awal program hutan kota adalah Kelurahan Ledokkulon, yang berada di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo.

“Lokasi ini dipilih sebagai langkah awal sekaligus strategis untuk restorasi lingkungan dan penghijauan,” kata Luluk.

Berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Perkotaan Bojonegoro, lanjut dia, tersedia 13 hektar lahan yang dapat dikembangkan. Saat ini, luasan hutan kota baru mencapai 1,6 hektar atau sekitar 14% dari potensi yang ada. Melalui program ini, pemerintah daerah menargetkan peningkatan tutupan lahan secara bertahap agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan kota.

“Dengan meningkatnya tutupan lahan melalui hutan kota ini, luasan RTH diharapkan dapat meningkat dari tahun sebelumnya,” tegasnya.

Pencanangan program inisiasi Hutan Kota dihadiri dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. diantaranya warga sekitar, ketua RT dan RW setempat, Saka Kalpataru ( Gerakan Pramuka yang khusus bergerak dalam bidang cinta lingkungan hidup), Kepala desa se-Kecamatan Bojonegoro, Forkopimcam, dan Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Program inisiasi Hutan Kota juga melibatkan tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembangunan lingkungan yang berkelanjutan memerlukan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat sipil,” pungkas Luluk.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja pertama pemerintahan baru dalam membangun Bojonegoro, yang menempatkan sektor lingkungan sebagai salah satu prioritas utama. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat tetap menjaga lingkungan dengan gemar menanam pohon.

“Awal yang baik bagi kita semua, inisiasi ini bisa mengurangi polusi udara sekaligus edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam rangka program hutan kota ini, kedepannya kami ingin punya Ruang Terbuka Hijau di setiap kecamatan,” harap Mas Bupati, panggilan akrabnya.

Pencanangan program hutan kota dilanjutkan dengan penanaman pohon pule dan trembesi secara bersama sama yang dipimpin oleh Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait