SuaraBanyuurip.com – M. Alamsyah Syarifudin
Bojonegoro – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, dan terkait berhasil menemukan kembali satu korban dari dua korban tenggelam di Bengawan Solo. Yakni Muhammad Nur Rosyid dan Muhammad Nur Ismail. Keduanya asal Dusun Tenggor, Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Kedua korban ditemukan tidak bersamaan. Untuk korban Muhammad Nur Rosyid ditemukan Sabtu (21/06/2025) kemarin dan Muhammad Nur Ismail ditemukan pada hari ini Minggu (22/06/2025).
Kapolsek Gayam, AKP Moch. Safi’i mengatakan, bahwa kedua korban tenggelam di bengawan solo telah ditemukan. Kedua korban almarhum Muhammad Nur Ismail dan almarhum Moh Nur Rosyid.
“Kedua korban sudah ditemukan semuanya,” kata Kapolsek AKP Moch. Safi’i kepada Suarabanyuurip.com.
Senada dikatakan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bojonegoro, Heri Wicaksi. Ia mengaku, bahwa Tim SAR gabungan BPBD, TNI-Polri dan terkait telah berhasil menemukan kedua korban tenggelam di bengawan solo.
Korban atasnama Muhammad Nur Rosyid ditemukan pada hari Sabtu, 21 Juni 2025 pukul 17.18 Wib dengan radius ± 200 M dari tempat kejadian. Dan korban atasnama Muhammad Nur Ismail ditemukan pada hari ini Minggu, 22 Juni 2025 sekitar pukul 7.15 Wib dengan radius ± 5 Km dari tempat kejadian.
“Sampun sedoyo (sudah semua) korban ditemukan. Korban langsung dibawa kerumah duka untuk dimakamkan,” kata Kalaksa) BPBD Kabupaten Bojonegoro, Heri Wicaksi.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak dua remaja bersaudara kembar, asal Dusun Tenggor, Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dilaporkan tenggelam di Bengawan Solo. Satu penyintas telah ditemukan dalam keadaan meninggal, sedangkan satunya masih dalam pencarian.
Peristiwa ini bermula, pada Sabtu (21/6/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Lima remaja desa sekitar ladang minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, itu melakukan kegiatan mancing di bantaran sungai. Namun nahas, salah satu dari remaja bernama Muhammad Nur Rosyid tercebur.
Saudara kembarnya, Muhammad Nur Ismail spontan berusaha menolong Nur Rosyid. Namun upaya pertolongan ini akhirnya malah membuat mereka berdua tenggelam.(alam/sam)





