Puncak Peringatan Hari Koperasi ke 78, Gubernur Khofifah Puji Bojonegoro

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
KIRI ke KANAN : Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua Dekopin Jatim Slamet Sutanto, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono berfoto bersama dalam puncak peringatan ke 78 Hari Koperasi Nasional Jatim di Stadion Letjen H. Soedirman.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Puncak peringatan Hari Koperasi ke 78 tahun Provinsi Jawa Timur (Jatim) berlangsung gegap gempita di Stadion Letjend H. Soedirman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (17/07). Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dari seluruh kabupaten/kota se Jawa Timur (Jatim) berkumpul di kabupaten penghasil minyak dan gas bumi (migas) ini.

Acara ini diikutii oleh ribuan peserta dari 38 kabupaten/kota se Jatim dan dimeriahkan dengan berbagai agenda, mulai dari pagelaran tari kolosal, Expo Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Fun Walk, Pasar Rakyat, serba berbagai pertunjukan seni.

Selain kepala daerah se Jatim, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi juga hadirr secara langsung. Khofifah bahkan memberikan sanjungan kepada Bojonegoro selaku tuan rumah puncak peringatan.

“Status badan hukum Koperasi Merah Putih di Jawa Timur paling cepat diantara seluruh provinsi di Indonesia, jumlahnya paling banyak Pak Menteri,” kata Khofifah mengawali sambutan.

Perempuan yang pernah menjabat Menteri Sosial ini pun mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan lurah se Bojonegoro yang hadir. Mereka disebutnya menjadii tim frontliner (garda terdepan) dari pergerakan operasionalisasi Koperasi Merah Putih di Bojonegoro.

“Pesan saya adalah konsolidasikan, sekarang Pak Slamet Ketua Dekopinda dan melatih Lapenkop mudah-mudahan bisa memberikan penguatan seluruh koperasi desa dan kelurahan merah putih di Jawa Timur,” ujarnya.

Seni Kolosal
Pertunjukan seni kolosal, Tari Api Kayangan Merah Putih digelar pada puncak Peringatan ke 78 Hari Koperasi Nasional di Stadion Letjen H. Soedirman, Bojonegoro.(arifin jauhari)

Khofifah kemudian menyampaikan alasan kepada Menteri Koperasi budi Arie Setiadi, kenapa Bojonegoro terpilih sebagai tuan rumah puncak Peringatan ke 78 Hari Koperasi Nasional Jawa Timur. Sekaligus memberikan pujian.

“Jadi kenapa Bojonegoro Pak Menteri, di sini (Bojonegoro) ada koperasi yang punya korporasi, dan komandannya adalah Pak Sriyadi, ketua panitia,” ungkapnya.

Khofifah mengurai lebih jauh keistimewaan koperasi punya korporasi di Bojonegoro. Sebab biasanya, korporasi punya koperasi. Namun Bojonegoro malah sebaliknya, di mana koperasi malah memiliki perusahaan.

Masih ada lagi, lanjut Khofifah, karena di Bojonegoro ada holding koperasi. Yakni koperasi yang menjadi bagian dari konsolidasi koperasi-koperasi yang lain sehingga ada holding koperasi.

“Mudah-mudahan semua yang hadir di sini, bupati/wali kota, dunia usaha, industri, dunia kerja, lembaga perbankan yang ada, terutama para kepala dinas, bisa membangun sinergitas dan inisiasi bagaimana koperasi punya korporasi dan bagaimana koperasi punya holding, sehingga kontribusi koperasi dalam kemajuan memberikan rasa adil dan kemakmuran akan lebih signifikan lagi,” ucapnya.

Sementara Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengisahkan mana kala ditegur oleh Gubernur Khofifah dalam sidang paripurna istimewa. Bahwa pertumbuhan ekonomi Bojonegoro dengan migas 1,4 persen.

“Izin Pak Menteri, saya kan orang profesional, akhirnya saya merasa saya harus bisa, saya harus punya target. Angka kemiskinan kami juga tinggi, maka kami menargetkan semua OPD berbagai target,” tuturnya.

Wahono, begitu ia karib disapa, mengakui pula ihwal Dana Bagi Hasil (DBH) Bojonegoro masih tinggi, tetapi paling tinggi kontribusinya berasal dari fosil. Padahal fosil tentu akan terus menurun.

Maka pihaknya harus terus berupaya mencarikan kemandirian (selain migas) bagi masyarakat Bojonegoro. Ia ingin sekali membangun kemandirian ekonomi kerakyatan, yang mana di Bojonegoro sendiri memang tinggi atas semangat kebersamaan, semangat gotong royong.

“Dan koperasi merupakan salah satu wadah ekonomi rakyat yang lahir dari semangat tadi. Alhamdulillah, dari 430 desa (dan kelurahan) kami sudah terbentuk Koperasi Merah Putih,” imbuh Wahono.

Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi dengan semangat berkobar menyampaikan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih adalah program tanggung jawab bersama semua pihak kepada republik. Sebab koperasi adalah semangat dan cita cita negara ini didirikan.

Mengingat tujuan negara didirikan adalah adil dan makmur, bukan makmur dan adil. Maka tidak ada kemakmuran tanpa keadilan. Oleh karena itu Budi Arie menyebut bahwa koperasi adalah alat perjuangan rakyat.

Justice not charity (keadilan bukan amal, red.)” tegasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait