Rekor Perdana, MURI Verifikasi 2.025 Penari Api Kayangan Merah Putih Bojonegoro Terbanyak di Dunia

Representatif MURI, Sri Widayati.
Representatif MURI, Sri Widayati di Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro mencatat rekor dunia untuk Tari Api Kayangan Merah Putih oleh Penari Terbanyak. Sebanyak 2.025 penari memperagakan tarian ini.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Tim dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) telah memverifikasi penari “Api Kayangan Merah Putih” sejumlah 2.025 orang sebagai yang terbanyak se dunia. Jumlah penari ini dihitung langsung di tempat pagelaran, yakni dii Stadion Letjen H. Soedirman, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (17/7/2025).

Representatif MURI, Sri Widayati mengatakan, pihaknya membawa dua tim untuk memverifikasi 2.025 penari di Stadion Letjen H. Soedirman. Setiap tim terdiri dua personel. Hasilnya, jumlahnya tercatat sebagai penari terbanyak di dunia versi rekor MURI.

“Rekor tari sebetulnya banyak macamnya ya, tapi untuk kriteria di Bojonegoro ini rekor yang pertama kali ada,” katanya dalam wawancara cegat kepada Suarabanyuurip.com di sela acara.

Dalam penilaian, perempuan yang bertindak sekaligus sebagai ketua dari dua tim MURI yang hadir langsung di Bojonegoro ini menjelaskan, bahwa kegiatan spektakuler yang ia saksikan, adalah pagelaran Tari Api Kayangan Merah Putih oleh penari terbanyak.

“Ada 2.025 penari yang tadi sudah kami verifikasi dengan penghitungan melaluii satu pintu, sehingga kegiatan ini nanti resmi tercatat di MURI, dan istimewanya ini mengangkat kearifan lokal Bojonegoro, yakni Api Kayangan,” ujarnya.

Baca Juga :   Festival Tari jadi Ajang Talenta Desa

Oleh sebab itu, lanjut Sri Widayati, rekor ini tidak hanya tercatat sebagai rekor nasional, namun oleh Ketua Umum MURI Jaya Suprana dikukuhkan sebagai rekor dunia. Pengukuhan ini selain jumlah, juga adaa sisi keunikan, dan kebaruan, lebih lebih tentang kearifan lokal yang hanya dimiliki oleh Kabupaten Bojonegoro.

“Kami berikan piagam penghargaannya ke pemrakarsa, penyelenggara, dan pendukung. Yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro,” bebernya.

“MURI sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan budaya seperti ini, apalagi ini bentuk nguri-uri Kebudayaan Jawa agar anak cucu generasi kita tidak kehilangan,” lanjutnya.

Ribuan penari Tari Api Kayangan Merah Putih.
Ribuan penari Tari Api Kayangan Merah Putih saat gladi bersih di Stadion Letjen H. Soedirman.(arifin jauhari)

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Welly Fitrama menyatakan, pencatatan dan pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI) ini bertajuk “Tari Api Kayangan Merah Putih oleh Penari Terbanyak”. Yakni 2.025 penari dari kalangan pelajar.

“Tari Api Kayangan Merah Putih merupakan tarian khas Bojonegoro yang terinspirasi dari sumber api abadi tak kunjung padam, di tengah hutan jati, dan jauh dari penduduk,” ungkapnya.

Baca Juga :   Finalis Duta Wisata Blora Terpesona Keindahan dan Keramahan Kampung Samin Sambongrejo

Dijelaskan, bahwa kain merah menunjukkan bendera yang menyala sebagai simbol bahwa semangat kebangsaan masyarakat Bojonegoro berkobar laksana api, membara untuk sang Merah Putih.

Sedang jumlah penari sebanyak 2.025 orang, memiliki makna tahun 2025 yang merupakan tahun untuk memulai semua dengan semangat baru dan harapan baru.

“Pencatatan rekor MURI ini melibatkan siswa darii 106 sekolah tingkat SMP, dan SMA/SMK, MA se-Kabupaten Bojonegoro, serta seniman tari dari 5 perwakilan sanggar,” tandasnya.

Untuk diketahui tampilan tari disesuaikan dengan tema Koperasi Merah Merah Putih, yang disajikan pada simbol komposisi dan pola lantai para penari di Stadion Letjen H. Soedirman saat Gebyar Acara Puncak Hari Koperasi ke-78 Provinsi Jawa Timur. Bojonegoro menjadi tuan rumah peringatan Hari Koperasi tersebut.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait