Siap Pecahkan Rekor MURI, 2.025 Penari Api Kayangan Merah Putih Gladi Bersih di Stadion Letjen H. Soedirman

Tari Api Kayangan Api
PECAHKAN REKOR : Sebanyak 2.025 penari untuk pagelaran Tari Api Kayangan Merah Putih sedang melaksanakan gladi bersih di Stadion Letjen H. Soedirman, Bojonegoro, Jawa Timur.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Sebanyak 2.025 penari untuk pagelaran bertajuk “Tari Api Kayangan Merah Putih” melaksanakan gladi bersih di Stadion Letjen H. Soedirman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (16/7/2025). Ribuan penari inii siap untuk memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Para penari terbagi dalam dua tim, yakni Tim 1 dan Tim 2. Secara bergantian merekaa melakukan latihan tata formasi. Selanjutnya kedua tim dipadukan baik formasi maupun gerakan. Mereka bergerak dengan didampingi para pembina dan pelatih tari.

“Kami kebagian dalam Tim 1 atau sekitar dalam kota, yang sudah mulaii latihan dari hari Minggu, Senin, Selasa, sampai hari ini pada pukul 13.00 WIB,” kata pembina tari dari SMPN5 Bojonegoro, Muhammad Anang Setiawan kepada Suarabanyuurip.com, di sela – sela gladii bersih.

Pelajar SMPN 5 di bawah binaannya sendiri ikut serta sebanyak 40 siswa, baik laki-laki maupun perempuan. Para siswa ini sebelumnya telah berlatih untuk penjadwalan yang sedianya pada 28 Juni 2025 lalu, namun urung terlaksana. Sehinggaa dinilai semakin matang untuk tampilan pada acara 17 Juli 2025 besok.

Baca Juga :   Diduga Hindari Motor Menyalip, Truk KDMP Terperosok di Selokan Bojonegoro

“Praktis tidak ada kendala, karena gerakan tarinya hampir tidak ada perubahan, hanya beberapa saja yang dirubah,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa tarian kolosal inii menceritakan tentang semangat berkobar merah putih. Sedangkan di Bojonegoro sendiri terkenal ada sumber abadi Kayangan Api. Maka karena tarian Kayangan Api sejatinya telah adaa, sehubungan menyambut Hari Koperasi Nasional kemudian digabung dengan tarian merah putih.

“Teknisnya, tim pelatih dari seniman di sanggar tari yang ada di Bojonegoro memberikan gerakan ke kami (pembina), lalu kami teruskan ke dua siswa, dua siswa selanjutnya mengajarkan ke teman-temannya,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Welly Fitrama menyatakan, pemecahan rekor MURI Tari Api Kayangan Merah Putih melibatkan 2.025 penari dari 106 lembaga sekolah, serta 5 sanggar tari yang ada dii Kabupaten Bojonegoro.

“Ada 106 sekolah, mulai dari SMP, SMK, dan SMA dilibatkan, pendamping tari sebanyak 106, dan pelatih ada 30 orang,” ungkap Welly Fitrama.

Selain jumlah penari terbanyak untuk rekor yang dipecahkan, di dalamnya meliputi termasuk inovasi, kebaruan, dan keunikan.

Baca Juga :   PPSDM Migas Adakan Pelatihan Perawatan Sumur untuk Pekerja Pertamina Hulu Rokan

“Tiga hal itu yang kemudian masuk menjadii rekor MURI,” tandas Welly Fritama.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait