Petani Tembakau Berharap Perhatian Pemkab Bojonegoro

Petani tembakau Bojonegoro.
Tanaman tembakau di Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, layu karena masih diguyur hujan.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Setidaknya seluas 3.403 hektare tembakau di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur mati karena hujan. Para petani berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memperhatikan nasib petani tembakau.

“Kami petani harus menanam ulang bibit tembakau, karena bibit yang sebelumnya sudah ditanam mati terdampak hujan,” kata Kiswanto, petani tembakau Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem.

Dia menjelaskan, petani tembakau saat ini sudah rugi tenaga dan modal tanam karena harus menanam ulang bibit tembakau. Apalagi di wilayah Kedungadem merupakan sentra tembakau, yang menopang ekonomi masyarakat khususnya para petani.

“Lahan tembakau milik saya sekitar 4 hektare, itupun sudah layu dan mati semua karena kerap diguyur hujan. Kalau ditaksir kerugian sekitar Rp 36 juta untuk satu hektarenya,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Jumat (18/7/2025).

Modal bibit tembakau juga tidak murah hingga menelan biaya sekitar Rp 3,5 juta untuk satu hektarenya. Dia menjelaskan di lahan miliknya setiap satu hektare ditanam sekitar 18 ribu batang bibit tembakau.

“Biaya bibit dan perawatan juga sangat tinggi. Dengan kondisi seperti ini, saya melakukan tanam ulang di lahan 4 hektare tersebut. Kini saya sudah tiga kali tanam ulang bibit tembakau,” jelasnya.

Baca Juga :   DKPP Bojonegoro Targetkan Luas Tanam Kedelai 10.994 hektare

Dia berharap Pemkab Bojonegoro lebih memperhatikan petani tembakau karena tidak ada ansuransi. Para petani sudah rugi besar dari tenaga hingga biaya tanam.

“Kami meminta ada solusi bagi petani tembakau agar bisa bertahan di cuaca seperti ini,” kata Kiswanto yang juga Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bojonegoro itu.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menyampaikan, Pemkab Bojonegoro harus mengusulkan petani tembakau mendapat ansuransi seperti petani padi.

“Luasan sekitar 9.000 hektare di sembilan kecamatan, 3.403 hektare mati karena hujan itu cukup luas. Artinya petani tembakau harus diperhatikan. Misalnya memberikan bantuan pupuk hingga bibit tembakau,” tambahnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait