Patra Niaga Siapkan Harga LPG Khusus untuk Koperasi Merah Putih

Area Manager Communication Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatim Balinus, Ahad Rahedi.
Area Manager Communication Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatim Balinus, Ahad Rahedi, menyatakan pihaknya akan mendampingi dan membina manajemen KDMP dalam distribusi LPG subsidi kepada masyarakat desa. Ini bagian dari memotong rantai pasok bidang energi untuk warga desa melalui KDMP. (SuaraBanyurip.com/tbu)

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Tuban – Sebagai pendamping Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatim Balinus menyatakan, mendukung penuh program koperasi desa yang dilansir Presiden Prabowo di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Sleman, Jateng, Senin (21/07/2025).

“Manajemen menyiapkan kebijakan harga khusus untuk LPG kepada Koperasi Merah Putih, ini bagian dari strategi memotong rantai pasok kebutuhan energi untuk masyarakat desa,” ujar Area Manager Communication Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatim Balinus, Ahad Rahedi, usai peluncuran KDMP di Tuban.

Apakah KDMP diperlakukan sebagai Pangkalan LPG atau sub pangkalan, tambah Ahad Rahedi, lembaganya masih menunggu petunjuk teknis dari Kementrian terkait. Jika nanti ditetapkan sebagai Pangkalan, tentunya akan diberi harga di bawah Pangkalan yang nilainya sebesar Rp18.000 per tabung LPG ukuran 3 Kg.

Secara teknis, sesuai data Patra Niaga, posisi Pangkalan LPG yang ada di seluruh wilayah kerjanya jaraknya lebih dari 200 meter dari sentra KDMP. Hal itu sesuai yang disyaratkan dalam pendirian pangkalan baru.

Baca Juga :   Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketersediaan BBM dan Pelayanan Mudik Lebaran

“KDMP adalah koperasi di desa yang juga menjadi binaan Patra Niaga, dalam konsep bisnis koperasi harus untung agar bisa menyejahterakan anggotanya,” kata Ahad Rahedi.

Terkait harga LPG untuk KDMP, ia pastikan bakal lebih rendah dari harga yang diberikan kepada pangkalan yang selama ini telah berjalan. Patra Niaga juga akan melihat margin dari KDMP, sehingga baru bisa menentukan skema pendistribusiannya.

Menurut Ahad, pihaknya saat ini masih menunggu skema teknis, terkait sisi bisnis KDMP yang akan dimasuki Patra Niaga sebagai distributor energi. Legalitas regulasi sangat dibutuhkan dalam kegiatan distribusi energi.

Ahad Rahedi tak menjelaskan berapa jumlah tabung gas LPG yang akan disiapkan untuk didistribusikan kepada KDMP. Hal tersebut akan dibahas oleh manajemen Patra Niaga. Termasuk pula bagaimana teknis pendistribusian LPG kepada KDMP. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait