SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Isu proyeksi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang disebut akan berlaku mulai 1 April 2026 pukul 00.00 WIB beredar luas di masyarakat. Namun, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM tersebut.
Salah satu warga Bojonegoro Kota, Andri Irawan mengaku, ikut mengatre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sebab mendapat informasi kenaikan harga BBM jenis subsidi maupun non subsidi.
”Iya, saya antre BBM soalnya dengar Pertalite mau naik beberapa ribu, saya tahunya dari media sosial,” ungkapnya.
Dikonfirmasi tentang informasi kenaikan BBM, pihak Pertamina Patra Niaga, Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan, bahwa informasi yang beredar di berbagai platform media sosial bukan berasal dari sumber resmi perusahaan.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM per 1 April 2026,” kata Ahad Rahedi kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (31/3/2026).
Ditambahkan, masyarakat diimbau menyikapi berbagai informasi secara bijak dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum jelas sumbernya.
Menurut Ahad, begitu ia karib disapa, informasi valid terkait harga BBM hanya dapat diperoleh melalui saluran komunikasi resmi perusahaan, seperti situs www.pertamina.com dan www.pertaminapatraniaga.com.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga menyatakan dukungannya terhadap imbauan pemerintah agar masyarakat menggunakan energi secara bijak dan efisien.
“Pertamina Patra Niaga mendukung imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” tandas Ahad.(fin)
Pertamina Patra Niaga Tegaskan Belum Ada Pengumuman Resmi Kenaikan Harga BBM





