SKK Migas : Dari 128 Cekungan Migas Baru 20 Berproduksi

SKK Migas.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan kinerja hulu migas semester I 2025.(suarabanyuurip.com/tangkap layar)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan, dari 128 cekungan Migas di Indonesia, baru sekira 20 cekungan yang telah berproduksi.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan hal tersebut saat Konferensi Pers Paparan Kinerja Hulu Migas Semester 1 2025 di Jakarta, Senin (21/7/2025) kemarin diikuti awak media ini secara daring.

“Dari 128 cekungan Migas tersebut, masih ada 68 cekungan potensial yang masih belum tersentuh,” katanya dikutip Suarabanyuuurip.com, Selasa (22/7/2025).

Dalam catatan SKK Migas, saat ini terdapat 165 Wilayah Kerja (WK) Migas di Indonesia. WK ini meliputi 105 WK Migas eksploitasi, 43 WK Migas eksplorasi, 3 WK eksplorasi sedang dievaluasi, dan 14 WK dalam proses terminasi.

“14 WK ini kebanyakan adalah WK Migas non konvensional,” tuturnya.

Sedangkan untuk lapangan-lapangan minyak atau struktur, sampai dengan saat ini ada sekitar 3.199 eksplorasi maupun development.

“Kemudian sumurnya ada 44.714, proven play-nya 126, dan 149 miliar barrel oil equivalent setelah ditemukan, volume in place,” ujar Djoko Siswanto.

Mengacu data kinerja utama SKK Migas, produksi terangkut (lifting) minyak nasional hingga Juni 2025 tercatat mencapai 578 ribu barel per hari (bph). Secara persentase mencapai 95,5 persen dari target produksi terangkut (lifting) minyak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 605.000 bph.

“Alhamdulillah kalau month to month lebih dari target APBN tahun lalu,” ungkapnya.

Sementara itu sampai dengan Juni 2025 untuk salur gas tercatat sebesar 5.483 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 97,4 persen dari target 5.628 MMSCFD.

“Sedangkan total untuk lifting minyak maupun gas (migas) sepanjang semester I 2025 mencapai 1,55 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) atau 96,7 persen dari target 1,61 juta BOEPD,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait