SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Menteri Desa Pembangunan dan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto berkunjung ke Bojonegoro, Kamis (24/7/2025) malam. Kehadirannya ini memastikan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memiliki tujuan yang sama, yakni membangun kesejahteraan masyarakat desa.
Yandri Susanto menyampaikan perihal kesamaan tujuan Bumdes dan Kopdes Merah Putih itu dalam kegiatan rembug desa yang dihelat di Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Rembug desa itu dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah, dan diikuti oleh Kepala Desa Sidobandung, pengurus Bumdes dan Kopdes Merah Putih, serta pegiat desa. Kepada mereka, Menteri Yandri memaparkan perbedaan Bumdes dan Kopdes Merah Putih, namun memiliki kesamaaan dalam tujuan.
“Bumdes dan Kopdes yang berdiri di desa jangan dibenturkan, karena tujuannya sama-sama membangun kesejahteraan masyarakat desa,” paparnya dihadapan para peserta rembug desa.
Menteri anggota Kabinet Merah Putih ini menjelaskan, bahwa Bumdes mendapatkan modal dari Dana Desa (DD), sedangkan Kopdes Merah Putih memperoleh pinjaman dari bank pemerintah hingga Rp3 miliar, sehingga harus mengembalikan secara kredit.
Di samping itu, Bumdes menangani potensi desa seperti desa wisata dan desa eksport. Sedangkan Kopdes Merah Putih mengelola penjualan sembilan bahan pokok (sembako) langsung dari Bulog sesuai harga pabrik, termasuk pupuk, LPG, klinik desa dan yang lainnya.
“Simpan pinjam kalau bisa dialihkan ke Kopdes, tapi Bumdes tetap jalan terus dan jangan dimatikan,” jelasnya.
Menteri yang juga Wakil Ketua Satgas Kopdes Merah Putih ini memastikan, Kopdes merupakan salah satu program unggulan Presiden RI, Prabowo Subianto. Dalam program ini, tak kurang dari 18 kementerian bertanggungjawab terhadap Kopdes Merah Putih.
“Jadi tidak hanya Kemendes PDT saja,” tegasnya.
Sementara Wabup Nurul Azizah menyampaikan tentang program-program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terkait pengentasan kemisikinan, diantaranya adalah Gayatri atau akronim kependekan dari Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri.
Dalam pogram Gayatri, Pemkab Bojonegoro memberikan bantuan pullet ayam petelur sejumlah 54 ekor kepada masyarakat. Selain itu, ada pula program budidaya lele skala keluarga, dan domba kesejahteraan.
“Supaya meningkatkan perekonomian di Kabupaten Bojonegoro, termasuk adanya Kopdes Merah Putih diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat,” tandas perempuan santun dan ramah ini.(fin)






