Monev Realisasi Program Kerja Kelompok KKN-TK Unigoro 2025

KKN Unigoro 2025.
Pejabat struktural Unigoro foto bersama mahasiswa KKN-TK Kelompok 09 saat monev realisasi program kerja.

SuaraBanyuurip.com – Sudah dua pekan 792 mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) yang tergabung dalam 28 kelompok melakukan kerja kuliah nyata tematik kolaboratif (KKN-TK) 2025 di sejumlah desa yang tersebar di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka telah melaksanakan berbagai program kerja untuk mengoptimalkan potensi desa guna mendukung geopark Bojonegoro guna mendapat pengakuan UNESCO Global Geopark (UGGp).

Untuk menilai realisasi program kerja 28 kelompok KKN-TK, puluhan pejabat struktural Unigoro melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) mulai 28 hingga 31 Juli 2025.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro, Laily Agustina R menuturkan, ada beberapa indikator yang menjadi acuan penilaian oleh tim monev KKN TK Unigoro 2025. Di antaranya kesesuaian program kerja dengan tema KKN, paparan program kerja utama dan pendukung, implementasi program dan pelibatan masyarakat dalam pengembangan geopark, pengelolaan media sosial, serta menunjukkan luaran kegiatan.

Monev KKN TK Unigoro 2025 dilaksanakan pada pekan kedua pelaksanaan pengabdian agar setiap kelompok memperbaiki kinerjanya berdasarkan masukan dari tim penilai.

Baca Juga :   Unigoro Gelar Kejuaraan Seni Pencak Silat se Kabupaten Bojonegoro, Begini Cara Daftarnya

“Masih ada jeda waktu bagi kelompok-kelompok untuk evaluasi diri dan perbaikan. Sekaligus menuntaskan program kerja yang akan dilaksanakan. Karena ini masuk dalam penilaian individu peserta KKN dari perspektif petugas monev,” tuturnya, Senin (28/7/20w5).

Laily melanjutkan, kegiatan KKN TK Unigoro 2025 secara langsung mendukung upaya Pemkab Bojonegoro mendapatkan pengakuan UNESCO Global Geopark (UGGp). Ada beberapa goals yang harus dicapai oleh mahasiswa-mahasiswi Unigoro selama sebulan mengabdi di masyarakat. Pertama, memastikan setelah KKN selesai ada kelembagaan yang dibentuk semacam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di setiap biosite, culture site, dan geosite. Pokdarwis nantinya akan bertugas mengelola potensi geopark di desa tersebut. Kedua, membuat video promosi tentang Geopark Bojonegoro.

“Berikutnya edukasi di pemerintah desa dan lembaga sekolah terkait geopark. Harapannya menumbuhkan awareness atau kesadaran masyarakat bahwa di sekitar tempat tinggalnya ada keunikan geologi yang bernilai. Kemudian publikasi di media sosial, media massa, dan jurnal ilmiah terindeks SINTA,” papar dosen prodi Ilmu Lingkungan Unigoro.

KKN TK Unigoro 2025 mengusung tema optimalisasi potensi desa dalam mendukung pengembangan geopark untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Pada 14 Juli 2025, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, memberangkatkan 792 mahasiswa yang akan mengabdi. Tahun ini, Unigoro mengucurkan pendanaan program KKN untuk 28 kelompok senilai total Rp 140 Juta.(red)

Pos terkait