Kunjungi Mahasiswa KKNTK-21, Tim Monev Unigoro Sarankan Ekosistem Agrowisata Klino Diperjelas

Mahasiswa Unigoro.
Tim Monev Unigoro berdiskusi dengan mahasiswa KKN-TK Kelompok 21 tentang progres program kerja yang sudah dilaksanakan.

SuaraBanyuurip.com – Tim monitoring dan evaluasi (Monev) Universitas Bojonegoro (Unigoro) mengunjungi posko kerja kuliah nyata tematik kolaboratif (KKN-TK) kelompok 21 di Dess Klino, Kecamatan Sekar, Kamis (31/7/2025). Mereka melakukan monev progres program kerja (Proker) yang sudah dilaksanakan KKN-TK Kelompoo 21 selama dua pekan.

Ada empat proker utama KKN-TK kompok 21 Unigoro di Desa Klino Yakni lomba video content creative, sekolah alam, pembuatan jatalog wisata dan peta potensi Desa Klino serta euforia peak.

Tim monev terdiri Joko Hadi Susilo, didampingi dosen pembimbing lapangan (DPL) Ardana Putri F, tiba di posko mahasiswa KKN-TK Kelompok 21 sekitar pukul 13.00 Wib. Tim monev langsung wawancarai peserta KKNTK-21 tentang berbagai perkembangan proker.

Pak Joko, mahasiswa biasa memanggilnya, mengatakan, monev memfokuskan tentang beberapa proker dan rencana keberlanjutan ke depan. Diantaranya tentang manajemen pengelola agrowisata, dan peta semua potensi yang ada di Desa Klino diharapkan mampu menarik wisatawan.

“Apa yang sudah kalian kerjakan selama KKN di sini harus ada keberlanjutannya. Sebab, dari beberapa proker utama yang diajukan secara umum mengembangkan potensi Desa Klino,” tegasnya.

Baca Juga :   Dosen Unigoro Ungkap Bojonegoro Punya Spesies Anggrek Endemik di Kawasan Hutan Jati

Pak Joko melanjutkan, Desa Klino merupakan salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro yang sudah masuk program Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Yakni kawasan perdesaan, agrowisata dan pertanian terpadu.

Mahasiswa KKN-TK Kelompok 21 Unigoro.
Mahasiswa KKN-TK Kelompok 21 Unigoro foto bersama tim monev.

Pak Joko menyarankan agar ekosistem di dalam kawasan agrowisata harus jelas, karena terdapat banyak jenis buah-buahan. Sehingga masing-masing blok jenis buah harus terpampang identitas yang jelas dalam peta nama dan gambar jenis tanaman buahnnya dan lokasinya. Agar pengunjung atau wisatawan paham.

“Penting pemberian nama atau identitas serta detail tiap blok jenis buahnya di dalam kawasan Agrowisata ini,” tandasnya saat wawancara monev.

Sementara itu, dosen pembimbing lapangan (DPL), Ardana Putri F menyarankan kepada para mahasiswa di paro waktu KKN ini untuk bisa berkarya sebuah hak cipta. Agar saat selesai KKN nanti meninggalkan karya cipta.

“Kami harap temen-temen bisa memiliki hak cipta untuk Desa Klino sebelum berakhirnya menjalankan KKNTK ini,” tutur Putri.

Putri mencontohkan, di Desa Klino sudah ada homestay, namun belum ada brand yang terpampang. Hal ini menjadi salah satu peluang bagi mahasiswa untuk membuat brand logonya.

Baca Juga :   Fun Trail Run Gunung Pandan Sukses Digelar, Upluk Runner Angkat Potensi Wisata Lewat Trail Run

“Tentu dengan berkoordinasi terlebih dulu dengan pihak pemdes. Agar ada bukti semacam MoU,’ sarannya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait