KKN-TK Unigoro Kelompok 10 akan Optimalkan Wisata Edukasi Geopark Museum 13 Panjunan dengan Teknologi Digital

KKN Unigoro 2025.
Mahasiswa KKN-TK Unigoro kelompok 10 foto bersama Pemerintah Desa Panjunan usai pembukaan di balai desa setempat.(foto/ist)

SuaraBanyuurip.com – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 10 Universitas Bojonegoro (Unigoro) resmi dibuka di Balai Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Senin (14/7/2025). Kegiatan mengusung tema “Optimalisasi Pengembangan Wisata Edukasi Geopark pada Museum 13 Desa Panjunan melalui Integrasi Teknologi Digital”. KKN ini menjadi tonggak awal kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam pengembangan potensi wisata edukatif lokal.

Pembukaan KKN-TK Unigoro Kelompok 10 dihadiri oleh Sekretaris Desa Panjunan Oktavio beserta jajaran perangkat desa, serta Penanggung Jawab Museum 13, Alif Andriyanti. Kegiatan pembukaan juga dirangkaikan dengan pengenalan lokasi utama program KKN, yaitu SDN Panjunan II, yang menjadi pusat kegiatan edukatif mahasiswa.

Sekretaris Desa Panjunan, Oktavio dalam sambutannya menyampaikan, pemerintah desa mendukungan kegiatan KKN mahasiswa Unigoro Kelompok 10.

Ia menjelaskan, Museum 13 di SDN Panjunan II merupakan salah satu potensi geopark Bojonegoro yang memberikan ilmu pengetahuan tentang geosite yang ada di daerah ini. Selain itu, di Panjunan juga terdapat biosite yaitu green house.

Baca Juga :   Monev Realisasi Program Kerja Kelompok KKN-TK Unigoro 2025

“Saya berharap mahasiswa dapat berkolaborasi dalam program desa, khususnya pendampingan green house,” ujar Oktavio.

Penanggung Jawab Museum 13, Alif Andriyanti menambahkan, Museum 13 atau dikenal juga dengan nama Satu-Tiga Bojonegoro merupakan museum swasta yang berdiri sejak tahun 1989 atas inisiatif Harry Nugroho. Museum ini memiliki tujuan utama untuk menyelamatkan dan memperkenalkan fosil-fosil yang ditemukan di wilayah Bojonegoro kepada masyarakat luas.

Selain menjadi tujuan kunjungan komunitas lokal, lanjut Alif, Museum 13 juga menarik perhatian akademisi tingkat nasional maupun internasional, termasuk profesor dari berbagai universitas dan peneliti luar negeri.

“Dalam waktu dekat, museum ini dijadwalkan menerima kunjungan tamu dari Jepang,” ungkapnya.

Melalui program KKN-TK Kelompok 10 Unigoro di Desa Panjunan ini mahasiswa diharapkan mampu mendorong pemanfaatan teknologi digital dengan publish dan pengenalan dalam pengelolaan informasi dan promosi Museum 13. Sekaligus meningkatkan nilai edukatif dan daya tarik wisata lokal yang berbasis geologi dan ekologi serta menumbuhkan semangat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan desa.(red)

Pos terkait