EMCL-TROPIS Gelar Pelatihan Platform Digital Peningkatan Pembelajaran Sekolah Informal di Bojonegoro

pelatihan platform digital.
ANTUSIAS : EMCL dan TROPIS Indonesia saat menggelar pelatihan platform digital program metode peningkatan pembelajaran sekolah informal di PIB Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(ist/dad)

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Operator ladang minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama organisasi non pemerintah, Yayasan TROPIS Indonesia menggelar pelatihan platform digital program peningkatan metode pembelajaran bagi sekolah informal tahun 2025 di 12 lembaga pendidikan Madrasah Diniyah (Madin) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pelatihan dilaksanakan di Pusat Inkubasi Bisnis (PIB), Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam. EMCL sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ikut merencanakan peningkatan sumber daya guru dan metode pembelajaran sekolah informal di Kabupaten Bojonegoro.

EMCL ikut peran ini sebagai wujud bahwa Pendidikan harus dikelola bersama-sama. Dan penerima manfaat Program EMCL ini adalah 12 Sekolah Informal yang berdiri di Kecamatan Gayam.

Ketua Yayasan Tropis Indonesia, Musyadad mengatakan, manfaatkan platform digital sebagai media sosial memperkenalkan ajaran di Madrasah Diniyah sebagai ajaran yang ramah, menebarkan kebaikan, merajut persatuan dan memperkokoh persaudaraan.

“Melawan konten negatif, perlu dengan konten-konten positif seperti pendidikan di Madin yang berkualitas,” kata Musyadad kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (03/08/2025).

Baca Juga :   Kuliah Umum SKK Migas, Mahasiswa dan Akademisi Dikenalkan Kegiatan Usaha Hulu Migas  

Dia menambahkan, bahwa peningkatan mutu pendidikan dan kualitas pendidik menjadi tanggung jawab Pemerintah bersama masyarakat, baik pendidikan formal maupun informal.

“Pendidikan akan berhasil apabila pemerintah dan swasta berkolaborasi bersama masyarakat,” ujarnya.

Sementara PIC Program CSR EMCL, Fenny K. Indiharti mengatakan, bahwa Madrasah Diniyah yang terpilih dari 12 desa di Kecamatan Gayam dapat menjadi harapan perbaikan moral generasi bangsa.

“Mari firalkan kebaikan karena orang yang baik adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Semoga pelatihan ini bisa membawa manfaat dan berkah untuk semua,” tandasnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait